Film Dokumenter ‘Noken Rahim Kedua’ Garapan Imaji Papua Masuk Nominasi Piala Citra 2021

Ilustrasi
Ilustrasi

TIMIKA | Film Dokumenter berjudul Noken Rahim Kedua garapan Imaji Papua secara mengejutkan lolos kurasi dan terpilih sebagai nominasi Piala Citra 2021 kategori Film Dokumenter Pendek Terbaik.

Noken Rahim Kedua disutradarai Adi Sumunar dengan produser Yulika Anastasia.

Film berdurasi 38 menit ini digarap selama 1 tahun lebih, syuting di Pelebaga Jayawijaya tahun 2019 silam dan selesai tahun 2020.

Film dokumenter ini menyorot tentang makna noken dalam kehidupan sehari – hari kaum perempuan di Lembah Baliem.

Film ini berkisah tentang keseharian seorang ibu muda bernama Mama Yowan yang belum lama melahirkan.

Sebagai seorang perempuan Baliem, Mama Yowan selalu lekat dengan noken kemanapun ia pergi.

Noken menemaninya saat ia ke kebun, noken juga menjadi tempat aman untuk anak bayi, bahkan menjadi simbol kehidupan dan sesuatu yang sangat berharga.

Noken identik dengan perempuan dan kehidupan.

Film ini mengajak penontonnya untuk menyimak makna filosofis noken melalui aktivitas keseharian seorang Perempuan Baliem bernama Mama Yowan.

Sutradara film Adi Sumunar mengaku mendapatkan gagasan film setelah melihat postingan foto di media sosial, tentang bayi yang diletakkan dalam noken yang digantung di dahan pohon.

“Saya tergelitik dengan beberapa komentar tentang foto tersebut, ada yang berkomentar kasihan atau tega sekali. Lantas saya berpikir coba lihat baik – baik apakah anaknya menangis atau merasa nyaman,” ungkap Adi Sumunar, dalam keterangan tertulis yang diterima seputarpapua.com, Minggu (24/10/2021).

Lebih lanjut Adi mengatakan, di berbagai daerah misalnya di Sulawesi anak digendong menggunakan sarung, di Jawa anak digendong dalam jarik dan anak di Papua digendong dalam noken, dan anak – anak dari latar belakang budaya yang berbeda tetap merasa nyaman.

“Saya coba menjawab melalui film dokumenter bahwa kehidupan masyarakat asli di Papua khususnya di Wamena justru muncul hal yang lebih menarik lagi, kehidupan si bayi malah lebih banyak di dalam noken, itulah kenapa judulnya Noken Rahim Kedua. Bayi setelah dilahirkan oleh ibunya dia dimasukkan kedalam rahim kedua, yakni noken,” paparnya.

Sementara Produser Film Noken Rahim Kedua Yulika Anastasia mengatakan, film tersebut adalah kerja kolaborasi dan kerja kreatif komunitas di Jayapura.

“Film Noken Rahim Kedua adalah film dokumenter yang dikerjakan secara independen oleh komunitas. Selain Adi yang berperan sebagai sutradara, kami bekerja sama dengan Miki Wuka sebagai Asisten Sutradara dan Alfonso Dimara sebagai Director of Photography. Untuk musiknya diisi dengan seniman musik Septina Rosalina Layan sementara terjemahan dari bahasa daerah dibantu oleh Frater Petrus Hisage,” paparnya.

Pemutaran perdana Film Noken Rahim Kedua dilakukan di Asrama Nayak II, Abepura, bertepatan dengan Peringatan Hari Ibu 22 Desember 2020.

“Kami masih terus mencari ruang – ruang pemutaran alternatif, agar film ini bisa diputar dan didiskusikan. Film adalah medium yang sangat kuat untuk menarasikan tentang Papua, dalam hal ini kami ingin berbicara tentang kearifan lokal,” terangnya.

Yulika menuturkan, tahun ini pihaknya mengirimkan film tersebut dalam ajang penghargaan Festival Film Indonesia 2021.

Hasilnya, Film Noken Rahim Kedua lolos kurasi dan dinominasikan sebagai Film Dokumenter Pendek Terbaik.

Selain menjadi unggulan dalam kategori film dokumenter pendek terbaik, Film Noken Rahim Kedua juga diputar di Bali Makarya Film Festival beberapa waktu lalu, dan dalam waktu dekat akan meramaikan Festival Film Sumbawa.

editor : Aditra

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.