Ini Kriteria Warga yang Bisa Tes Antigen Gratis di Puskesmas

Ilustrasi
Ilustrasi

TIMIKA | Kepala Puskesmas Timika, dr Moses Untung mengatakan rapid test antigen gratis bagi masyarakat yang ditemukan memiliki kontak erat dengan pasien positif Covid-19.

“Yang tidak berbayar adalah untuk testing, tracing terkait dengan covid. Yang mana itu kemudian terlapor di Puskesmas,” katanya melalui sambungan telepon, Rabu (4/8/2021)

Ia mengatakan, dari tracing yang dilakukan diinginkan agar semua masyarakat melaporkan diri dengan menyatakan bahwa memiliki kontak erat dengan orang yang positif.

Advertisements

“Karena sekarang ini orang datang hanya mau tes saja, itu kan beda. Karena ada tindak lanjut setelah testing yaitu kita tracing dan kita pantau,” kata dr. Moses.

Lebih lanjut, petugas kesehatan sudah menjadwalkan sesuai sistem bagi masyarakat yang memiliki kontak erat agar datang melakukan test pada hari dan jam tertentu dan itu tidak berbayar.

“Kriteria yang tidak berbayar itu suspek artinya, dia datang diperiksa oleh tenaga kesehatan disitu dan dilakukan pemeriksaan, tidak bisa dong saya datang tiba-tiba langsung antigen,” jelasnya.

Kriteria kedua yang tidak berbayar adalah rujukan dari rumah sakit. Misalnya ada yang dirawat dan ditest PCR reaktif maka akan diminta nama dan nomor telepon warga yang memiliki kontak erat dengan pasien positif PCR.

Ketiga, rujukan dari klinik swasta yang mengirim nama pasien yang dicurigai suspek.

“Jadi yang menentukan suspek itu petugas kesehatan, itulah yang tidak berbayar,” tuturnya.

Selain itu, yang ke empat, ada juga yang tidak berbayar yaitu rujukan dari instansi tertentu atau dinas kesehatan untuk dilakukan rapid test antigen.

Advertisements

Menurutnya, hingga saat ini masih ada masyarakat yang takut untuk datang memeriksa diri setelah memiliki kontak dengan orang yang positif.

Padahal seharusnya jika merasakan gejala bisa langsung datang ke Puskesmas untuk memeriksakan diri. Juga sesuai dengan jadwal yang ditentukan oleh petugas kesehatan.

Advertisements

“Sekarang janganlah takut, kalau memang punya gejala seperti itu datanglah ke Puskesmas berobat, diperiksa oleh dokter atau petugas kesehatan nanti kemudian diarahkan untuk diperiksa itu tidak berbayar,” ungkapnya.

Ia berharap masyarakat sadar bahwa saat ini kasus positif semakin meningkat. “Jadi datanglah berkonsultasi, berobat. Jangan juga tes-tes saja,” tuturnya.

penulis : Anya Fatma
editor : Mish

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *