Jelang KLB, Ini Tiga Program Rocky Bebena Calon Exco PSSI

Rocky Babena. (Foto: Vidi)
Rocky Babena. (Foto: Vidi)

JAYAPURA | Rocky Bebena salah satu dari perwakilan Papua yang akan maju sebagai anggota Komite Ekskutif (Exco) periode 2023-2027 pada Kongres Luar Biasa (KLB) yang digelar 16 Februari 2023, memiliki tiga program utama, yakni sepakbola transparan, sepakbola mandiri dan sepakbola fairplay.

Rocky Bebena yang adalah Wakil Ketua Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Papua ini, menjelaskan bahwa sepakbola transparan harus dimulai dari seluruh kategori sepakbola baik kelompok umur, amatir hingga professional didasari pekerjaan yang terbaik. Bukan hanya didalam federasi, melainkan keterbukaan yang didapatkan oleh pelaku sepakbola.

“Contoh ketika kompetisi digulirkan semua yang terlibat itu perlu tau apa saja hak dan kewajibannya. Itu yang paling penting, karena kalau tidak kita akan berjalan dibawah bayang-bayang penyelenggara,” kata Rocky Bebena kepada wartawan di Kota Jayapura, Papua, Rabu (15/2/2023).

Advertisements

Selain itu, sepakbola mandiri dijelaskan bahwa sepakbola yang dikelola secara berkesinambungan, yang kelompoknya secara mandiri, baik yang ada ditingkat daerah, nasional maupun sepakbola amatir maupun professional harus benar-benar mandiri.

“Walaupun mungkin selama ini yang professional dianggap mandiri, tapi yang amatir juga harus seperti itu. Karena kita jangan terlalu banyak berharap kepada APBD pemerintah, nah ini pihak swasta harus banyak terlibat karena di pemerintahan juga banyak fokus ke bidang yang lain,” ujar Bebena.

“Sepakbola yang mandiri kita berharap nantinya ketua yang terpilih adalah ketua yang bisa mengakomodir semua elemen BUMN untuk bisa terlibat dan juga perusahaan-perusahaan swasta, sehingga di daerah itu sepakbola kita bisa berputar dan tidak bertumpu semua pada pemerintah,” tambahnya.

Kemudian ia mengungkapkan program ketiga sepakbola fairplay yang berjalan adil tanpa ada intervensi federasi, dan intervensi operator penyelenggara maupun mafia sepakbola yang terlibat di dalamnya. Ia mencontohkan kondisi kompetisi sepakbola Indonesia saat ini yang tidak memberlakukan promosi dan degradasi.

“Bagaimana kita mau bicara fair play tapi hari ini kita tidak menyelesaikan kompetisi yang sudah kita putuskan di dalam kongres. Kongres itu kan menjadi marwah dari sebuah keputusan. kalau kita sudah melanggar keputusan kongres, maka selanjutnya juga kita bisa melanggar yang lain-lainnya,” tuturnya.

“Dan kita harus fair play juga melaksanakan statuta FIFA yang ada di sepak bola. Karena saya pikir sepak bola ini paling clear ketika semua elemen sepak bola bisa tunduk dan patuh kepada statuta. Karena semua di dalam statuta itu sudah sangat jelas. Kalau tidak sesuai atau tidak ikut, itu ada hukumnya atau sanksi,” tambahnya.

Rocky mengaku sangat optimis bisa mendapatkan satu tempat dari 15 kursi Exco yang diperebutkan oleh 55 calon. “Soal suara itu hitung-hitungannya di atas 50-51 persen. Kalau optimis ini kan ibarat orang bertanding, sebelum dimulai kita harus optimis. Apapun hasilnya kita harus siap untuk menang ataupun kalah, tidak ada draw. Artinya kalaupun saya kalah saya harus terima dan kalau menang harus siap dan konsekuen dengan tanggungjawab yang diberikan,” pungkasnya.

Advertisements

 

penulis : Vidi
editor : Saldi Hermanto

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tinggalkan Balasan