seputarpapua.com

Upaya Puskesmas Pasar Sentral Berikan Imunisasi di 23 SD, Orang Tua dan Sekolah Dihimbau Kooperatif

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
IMUNISASI | Pelaksanaan imunisasi yang dilakukan petugas dari Puskesmas Pasar Sentral di SD Santa Maria dan SD Koperapoka 2. (Foto: Ist/SP)
IMUNISASI | Pelaksanaan imunisasi yang dilakukan petugas dari Puskesmas Pasar Sentral di SD Santa Maria dan SD Koperapoka 2. (Foto: Ist/SP)

TIMIKA | Meski saat ini Timika masih dilanda pandemi Covid-19, namun pemberian imunisasi tehadap anak usia sekolah dasar terus dilakukan.

Seperti yang dilakukan Puskesmas Pasar Sentral yang terus berupaya
memberikan imunisasi bagi anak-anak usia sekolah di wilayah kerjanya.

Kepala Puskesmas Pasar Sentral Pina Lambi melalui Juru Imunisasi Riliana menjelaskan, pemberian imunisasi kepada anak usia sekolah merupakan program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) yang dilaksanakan setiap tahunnya.

Riliana saat diwawancara di Puskesmas Pasar Sentral, Selasa (15/9) mengatakan, sekolah dasar yang masuk wilayah kerja Puskesmas Pasar Sentral berjumlah 23.

” Dari jumlah tersebut, baru empat SD yang sudah didatangi oleh petugas untuk pemberian imunisasi kepada para siswa kelas I, II, dan V,” ujarnya.

Ia menuturkan, pemberian imunisasi tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, sehingga tidak bisa dilakukan secara serentak, tetapi secara bertahap, dengan memperhatikan protokol kesehatan, mulai dari memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak.

“Seperti kemarin dilakukan di SD Koperapoka 2, siswa yang akan diimunisasi datangnya tidak secara serentak, tapi satu per satu. Sehingga petugas dengan penuh kesabaran menunggu satu persatu,” tuturnya.

Dijelaskan, untuk siswa kelas I diberikan imunisasi Difteria Tetanus (DT) dan Measles Rubella (MR). Namun untuk bulan ini, pihaknya memberikan imunisasi MR. Sementara untuk imunisasi DT akan diberikan bulan depan.

“Sedangkan, untuk siswa kelas II dan V, kami berikan imunisasi tetanus difteria (TD). Pemberian imunisasi ini,l untuk mengoptimalkan kinerja vaksin imunisasi yang sudah diberikan pada saat masih bayi atau balita,” ujarnya

Ada beberapa kendala yang dihadapi saat pelaksanaan pemberian imunisasi, yakni banyak siswa yang tidak datang karena pembelajaran masih menggunakan sistem online atau belajar dari rumah.

Ditambah banyak orang tua yang masih takut mendatangkan anaknya ke sekolah untuk imunisasi.

“Kami tidak bisa memaksa. Walaupun kami sudah menjelaskan bahwa pelaksanaan imunisasi tetap memperhatikan protokol Kesehatan,” ujarnya.

Selain itu, ada beberapa sekolah yang tidak kooperatif. Karenanya, untuk pelaksanaan imunisasi ini harus ada kerjasama lintas sektoral antara Dinkes dan Dinas Pendidikan. Sehingga ada surat dari Dinas Pendidikan agar sekolah mendukung dalam pelaksanaan imunisasi ini.

“Target dari pelaksanaan imunisasi di wilayah Puskesmas Pasar Sentral pada Oktober nanti sudah selesai. Namun bisa molor, karena menunggu konfirmasi dari pihak sekolah. Serta banyak orang tua yang menolak dengan alasan mereka takut anaknya disuntik. Apalagi dimasa pandemi ini,” tuturnya.

Untuk itu Puskesmas Pasar Sentral memberikan solusi, apabila tidak bersedia diimunisasi di sekolah-sekolah, maka orang tua bisa membawanya ke Puskesmas langsung.

Pemberian imunisasi tidak hanya untuk anak sekolah. Tetapi juga diberikan kepada anak putus sekolah atau tidak sekolah, yang umurnya masih diusia sekolah.

“Di Puskesmas, kami juga melayani pemberian imunisasi kepada anak-anak usia sekolah. Dan pemberian imunisasi ini tidak dipungut biaya sepeser pun. Jadi jangan takut membawa anak-anaknya untuk imunisasi,”himbaunya.

Pada kesempatan ini pula pihaknya menghimbau kepada orang tua yang masih memiliki anak diusia sekolah dasar, khususnya kelas I, II, dan V untuk membawa anaknya imunisasi.
Karena imunisasi ini dibutuhkan bagi anak-anak usia sekolah, terutama menyangkut kekebalan tubuh. Dalam arti, dengan diimunisasi, anak-anak bisa menjaga kekebalan tubuh sehingga tidak mudah terserang atau terkena penyakit.

“Kalau tidak diimunisasi, maka anak-anak ini mudah terkena penyakit, seperti campak dan rubella. Apalagi campak dan rubella kemarin sudah atau sempat ada penyakitnya. Tapi, kalau diimunisasi, maka anak-anak tidak terlalu banyak yang terkena penyakit-penyakit tersebut, karena memiliki kekebalan tubuh,” ungkapnya.

Karenanya, pihaknya berharap adanya dukungan dari pihak sekolah dan orang tua, agar memperhatikan hal ini. Dimana pemberian imunisasi ini demi mendukung masa depan anak-anak.

“Anak-anak itu, generasi penerus bangsa. Sehingga kesehatannya harus diperhatikan. Salah satunya adalah dengan memberikan imunisasi,” ujarnya.

Reporter: Mujiono
Editor: Misba Latuapo
Berita Terkait
Baca Juga