Bupati Asmat Minta Forkopimda Dukung Program BIAS

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
PERTEMUAN | Bupati Asmat Elisa Kambu memimpin workshop Demand Creation, Selasa (7/9/2021). (Foto: Fagi/ Seputarpapua)
PERTEMUAN | Bupati Asmat Elisa Kambu memimpin workshop Demand Creation, Selasa (7/9/2021). (Foto: Fagi/ Seputarpapua)

ASMAT | Bupati Asmat Elisa Kambu meminta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) mendukung pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS).

Selain itu, Forkopimda juga harus mendukung program imunisasi rutin dan vaksinasi Covid-19 yang sedang gencar dilaksanakan di Kabupaten Asmat.

Hal ini disampaikan Bupati Elisa saat membuka kegiatan workshop Demand Creation kepada Forkopimda Asmat, yang diselenggarakan Dinas Kesehatan Kabupaten Asmat di Gedung Wiyata Mandala, Agats, Selasa (7/9/2021).

Elisa juga meminta kegiatan yang difasilitasii Yayasan Pembangunan Pendidikan dan Kesehatan Papua (YP2KP), Pemerintah Jepang, dan UNICEF itu perlu mendapat dukungan dari semua elemen masyarakat.

Termasuk tokoh agama, tokoh masyarakat, TNI-Polri, tokoh adat, tokoh pemuda dan tokoh perempuan.

“Dukungan ini sangat penting karena pemberian imunisasi kepada anak sekolah dapat memberikan perlindungan dan membentuk antibodi, sehingga anak-anak bisa terlindung dari berbagai macam penyakit,” ujar Elisa.

Orang nomor satu di Asmat itu juga meminta Forkopimda dapat memberikan pemahaman kepada orang tua dan masyarakat, terkait imunisasi kepada anak sekolah berbeda dengan vaksinasi Covid-19.

Baca Juga:

“Setelah kegiatan ini, Bapak-Ibu para tokoh dapat memberikan penjelasan yang benar kepada masyarakat,” kata Elisa.

Hal tersebut sangat ditekankan Elisa mengingat banyak orangtua yang menolak anaknya mendapat imunisasi di sekolah.

“Karena mereka beranggapan bahwa yang diberikan itu adalah vaksin Covid-19. Ini yang harus kita luruskan,” tutur Elisa.

Selain imunisasi kepada anak sekolah, Elisa meminta Forkopimda mendukung pelaksanaan imunisasi rutin yang diberikan kepada anak-anak balita oleh tenaga kesehatan di Puskesmas dan Posyandu setempat.

“Pemberian imunisasi merupakan hak anak sehingga siapapun tidak boleh menghalangi bahkan orang tua si anak sekalipun,” katanya.

Pemberian imunisasi merupakan bentuk perlindungan kepada generasi masa depan bangsa. Karena itu semua anak di Asmat berhak mendapat imunisasi untuk melindungi mereka dari segala macam penyakit.

Workshop Demand Creation bagi Forkopimda tentang imunisasi, BIAS dan vaksinasi Covid-19 dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Asmat Donatus Tamot, Sekretaris Bappeda Simon Kambayong, Kabid P2P Dinas Kesehatan Asmat Yonathan Kambu, perwakilan Polres Asmat, Kodim Persiapan Asmat, tokoh agama, tokoh adat, Bhayangkari Asmat dan tim PKK Kabupaten Asmat serta undangan terkait lainnya.

Reporter: Faqi Difinubun
Editor: Aditra
Berita Terkait
Video Seputar Papua TV Terbaru
1/10 videos
Protokol Kesehatan Bandara Timika saat PON XX Papua 2021
Protokol Kesehatan Bandara Timika saat PON XX Papua 2021
Kisah Yulius Uwe - Pemegang Rekor Dasalomba Indonesia
Kisah Yulius Uwe - Pemegang Rekor Dasalomba Indonesia
Jelang PON XX Papua, Infrastruktur Kelistrikan di Mimika Rampung 100 Persen
Jelang PON XX Papua, Infrastruktur Kelistrikan di Mimika Rampung 100 Persen
Satu-satunya di Indonesia, GOR Biliar Timika Siap Dipakai pada PON XX Papua 2021
Satu-satunya di Indonesia, GOR Biliar Timika Siap Dipakai pada PON XX Papua 2021
Melihat Kemegahan GOR Futsal di Mimika Jelang PON XX
Melihat Kemegahan GOR Futsal di Mimika Jelang PON XX
Polisi dan Tim Medis di Timika Suntik Vaksin Pelaku Usaha di Tempat Jualan
Polisi dan Tim Medis di Timika Suntik Vaksin Pelaku Usaha di Tempat Jualan
Si Jago Merah Hanguskan 8 Ruko di Timika
Si Jago Merah Hanguskan 8 Ruko di Timika
Turnamen Bola volly Distrik Mimika Baru Memperingati HUT ke 76 Kemerdekaan RI
Turnamen Bola volly Distrik Mimika Baru Memperingati HUT ke 76 Kemerdekaan RI
Freeport Gelar Upacara HUT RI di Tembagapura, Presdir: Mari Merawat Indonesia
Freeport Gelar Upacara HUT RI di Tembagapura, Presdir: Mari Merawat Indonesia
4 Tahun Seputar Papua Menggoreskan Tinta
4 Tahun Seputar Papua Menggoreskan Tinta
Baca Juga