Bersamaan Dengan Vaksin Covid-19, BIAS Ditunda Agustus

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Reynold Ubra. (Foto: Kristin Rejang/Seputarpapua)
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Reynold Ubra. (Foto: Kristin Rejang/Seputarpapua)

TIMIKA | Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Papua Reynold Ubra menjelaskan saat ini pihaknya sedang gencar melaksanakan Vaksinasi Covid-19.

Namun, pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 juga bertepatan dengan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) yakni pemberian Imunisasi Campak dan Rubella.

Untuk itu, Dinkes bersama dengan YP2KP dan Unicef mengadakan rapat bersama dengan kepala-kepala sekolah Paud, TK, SD dan SMP untuk membicarakan dan mendengar pendapat dari pihak sekolah mengenai proses Vaksinasi dan Imunisasi tersebut.

Reynold mengatakan pihaknya telah menyusun strategi yakni penundaan BIAS.

Dimana, BIAS harusnya dimulai bulan Maret namun harus ditunda bulan Agustus hingga November.

“Jadi ada penundaan itu, BIAS nanti startnya adalah di bulan Agustus- November. Ditunda ini melihat sekarang ini kita masih ada di Pandemi Covid-19, tapi tetap dilaksanakan tahun 2022,” kata Reynold kepada awak media, Selasa (15/2/2022).

Dikatakan untuk Vaksinasi Covid-19 dengan sasaran anak usia 6-12 tetap dilaksanakan.

“Saya pikir aman (Vaksin dan Imunisasi tahun ini), intinya vaksin adalah kekebalan yang diberikan secara buatan supaya tubuh bisa mengenal. Dan ini adalah untuk meningkatkan imunitas. Kekebalan, jadi saya pikir aman,” ungkapnya.

Dikatakan pihaknya bersama dengan YP2KP, Unicef dan pihak sekolah telah bersepakat untuk percepatan vaksinasi anak.

“Intinya adalah sekolah bisa menerima kemudian orang tua siswa bisa menerima yaitu melalui komite sekolah dan anak-anak akhirnya bisa terlayani,” katanya.

Reynold mengatakan, pihaknya ingin supaya anak-anak bisa mendapatkan perlindungan yang utuh, baik di rumah maupun di sekolah. Bisa sama-sama terlindungi dari penyakit-penyakit menular dari orang ke orang dan penyakit yang penularannya cepat contohnya campak rubella, Covid-19 supaya kekebalan komunitas ini bisa terbentuk.

Sementara, untuk pemberian dosis vaksinasi Covid-19 ke anak usia 6-11 tahun, Reynold mengatakan dosisnya tetap sama.

“Kalau lihat dari tingkat keparahan Covid baik pada dewasa maupun anak dan tentu saja berdasarkan hasil riset ternyata sebenarnya dosisnya sama juga tidak apa-apa masih dalam batas aman. Sehingga anak maupun orang dewasa tetap diberikan dalam jumlah dosis yang sama,” pungkasnya.

penulis : Kristin Rejang
editor : Batt

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *