Ustad Suryanto: Tetap Bersabar dan Bersyukur di Masa Pandemi

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
KHOTBAH | Ustad Suryanto saat membawakan khotbah Idul Fitri 1442 Hijriah di Masjid An-Nur Agats, Kamis (13/5/2021). (Foto: Fagi/ Seputarpapua)
KHOTBAH | Ustad Suryanto saat membawakan khotbah Idul Fitri 1442 Hijriah di Masjid An-Nur Agats, Kamis (13/5/2021). (Foto: Fagi/ Seputarpapua)

ASMAT | Imam muda Masjid An-Nur Agats, Asmat, Papua, Ustad Suryanto mengajak umat Muslim untuk tetap bersabar dan bersyukur di masa pandemi Covid-19.

Hal ini disampaikan Ustad Suryanto saat membawa khotbah Salat Idul Fitri 1 Syawal 1442 di Masjid An-Nur Agats, Kamis (13/5/2021).

Dikatakan, di masa pandemi pemerintah daerah masih memberikan kesempatan untuk umat Muslim di Kota Agats menunaikan Salat Idul Fitri, dengan menerapkan protokol kesehatan.

Umat Muslim dituntut untuk bersabar dan bersyukur dalam situasi apapun dan dalam kondisi bagaimanapun. Karena sabar dan syukur adalah dua senjata bagi seorang mukmin dalam mengarungi kehidupan di dunia.

“Jika kita tidak menghiasi diri kita dengan sifat sabar dan syukur dalam situasi seperti ini, maka kita tidak akan mendapatkan apa-apa kecuali kerisauan, kepenatan, kesusahan, dan kesedihan,” ujarnya.

Sebaliknya, lanjut Ustad Suryanto, jika umat Muslim tanamkan rasa sabar dan syukur dalam hati, maka akan meraih ridho Allah SWT dan pahala yang besar dikehidupan akhirat.

Mewabahnya virus ini juga, kata Ustad Suryanto bahwa manusia adalah makhluk yang lemah.

Baca Juga:

“Hanya dengan makhluk yang sangat kecil itu, banyak orang menjadi tak berdaya. Banyak orang jatuh sakit. Bahkan banyak orang meninggal dunia,” tuturnya.

Ustad Suryanto menambahkan, hal ini seakan mengikis habis kesombongan pada diri manusia. Manusia itu makhluk lemah yang memiliki banyak keterbatasan. Tidak selayaknya harus menyombongkan dan membanggakan dirinya.

Untuk itu, Ustad Suryanto mengajak umat Muslim agar merefleksikan diri akan menyebarnya virus ini untuk mengingatkan akan kematian.

“Manusia pasti akan mati. Manusia tidak selamanya hidup di dunia ini,” katanya.

“Maka itu, mari bersatu padu untuk tetap beribadah kepada Allah SWT agar kematian kita Khusnul Khotimah. Dan berdoa bersama agar kita bisa kembali bertemu pada momentum Ramadan dan Salat Idul Fitri mendatang,” pungkas Ustad Suryanto.

Reporter: Faqi Difinubun
Editor: Aditra
Berita Terkait
Video Seputar Papua TV Terbaru
1/10 videos
Empat Kepala Daerah Deklarasikan Provinsi Papua Selatan
Empat Kepala Daerah Deklarasikan Provinsi Papua Selatan
Detik-detik Kontak Tembak Aparat Gabungan TNI Polri dengan KKB di Ilaga
Detik-detik Kontak Tembak Aparat Gabungan TNI Polri dengan KKB di Ilaga
Jenazah Korban Tembak di Puncak Tiba di Timika, Bupati Wandik: Turut Berdukacita
Jenazah Korban Tembak di Puncak Tiba di Timika, Bupati Wandik: Turut Berdukacita
Bupati Puncak Ajak Kelompok Bersenjata Terbuka Agar Konflik Segera Selesai
Bupati Puncak Ajak Kelompok Bersenjata Terbuka Agar Konflik Segera Selesai
Bupati Puncak Ajak Anak Bangsa Doakan Pegunungan Tengah Papua
Bupati Puncak Ajak Anak Bangsa Doakan Pegunungan Tengah Papua
Detik detik Evakuasi Korban Penembakan di Ilaga Papua
Detik detik Evakuasi Korban Penembakan di Ilaga Papua
Seluruh Pemilik Sound System se-Mimika Bergabung, Langit Timika ‘Bergetar’
Seluruh Pemilik Sound System se-Mimika Bergabung, Langit Timika ‘Bergetar’
Prosesi Pemakaman Klemen Tinal | Bupati Puncak Beberkan Penyebab Wafatnya Wakil Gubernur Papua
Prosesi Pemakaman Klemen Tinal | Bupati Puncak Beberkan Penyebab Wafatnya Wakil Gubernur Papua
Keluarga Harap Jansen Tinal Gantikan Dua Jabatan yang Ditinggal Klemen Tinal
Keluarga Harap Jansen Tinal Gantikan Dua Jabatan yang Ditinggal Klemen Tinal
Klemen Tinal dalam Kenangan
Klemen Tinal dalam Kenangan
Baca Juga