KPU Mimika Masih Beri Kesempatan Pemilih Pindahan

Rabu, 13 Mar 2019 18:06 WIT
Luther Beanal

TIMIKA | Dengan adanya penundaan terhadap rapat pleno rekapitulasi dan penetapan Daftar Pemilih Tambahan (DPTb) tahap kedua, KPU Mimika masih membuka kesempatan bagi pemilih untuk melakukan pindah tempat memilih.

Komisioner Divisi Data KPU Mimika, Luther Beanal mengatakan, penundaan terhadap rapat pleno dan rekapitulasi DPTb tahap kedua untuk tingkat daerah, karena adanya surat dari Bawaslu RI kepada KPU RI. 

“Karena ada surat dari Bawaslu RI, maka KPU RI juga mengeluarkan surat penundaan pleno DPTb ditingkat daerah, yang tujuannya memberikan kesempatan kepada masyarakat,” kata Luther saat ditemui di Hotel Horison Ultima Timika, Rabu (12/3) malam.

Kata dia, kalaupun tidak ada surat terkait penundaan, KPU Mimika sudah memiliki data DPTb tahap kedua. Dimana pada saat hari pemungutan suara, yakni pada 17 April 2019 nanti jumlah pemilih yang keluar sebanyak 200an orang. Sementara untuk pemilih yang masuk jumlahnya sebanyak 100an.

“Tetapi dengan adanya penundaan ini, kemungkinan besar akan mengalami perubahan data kembali,” ujarnya.

Sementara menyangkut dengan data pemilih di Tembagapura, khususnya karyawan Freeport, Luther menerangkan, pihaknya sudah melakukan koordinasi dan sosialisasi kepada manajemen dan karyawan. Dimana pihaknya mengatakan apabila ada yang pindah tempat pemilihan untuk segera berkoordinasi dengan PPD. 

Sementara untuk PT PAL, pihaknya juga menyampaikan hal yang sama. Dan manajemen perusahaan sudah menyerahkan brosur kepada karyawan, namun belum ada yang berminat untuk pengurusan.

“Untuk Lapas, data sudah masuk ke KPU Mimika. Dimana ada 293 pemilih yang akan memilih pada hari H nya nanti,”terangnya.

Ia menambahkan, intinya dengan adanya penundaan ini, pihaknya masih membuka posko untuk memberikan kesempatan kepada pemilih yang masih ingin pindah tempat memilih.

“Kesempatan untuk melakukan pemindahan tempat memilih sebelum pelaksanaan pleno pada 17 Maret 2019 nanti,” tuturnya.(mkr/SP)

Kategori:
Bagikan