Pengamanan Strategis Dilakukan di Tembagapura Pasca Tewasnya Abu Bakar Kogoya

Pengamanan Strategis Dilakukan di Tembagapura Pasca Tewasnya Abu Bakar Kogoya
Kapolres Mimika, AKBP I Gede Putra. (Foto: Arifin Lolialang/Seputarpapua)

TIMIKA | Pasca tewasnya Abu Bakar Kogoya ditembak aparat gabungan TNI-Polri dari Satgas Operasi Damai Cartenz pada 4 April 2024, aparat gabungan TNI-Polri terus melakukan upaya strategis dalam pengamanan di wilayah Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua Tengah yang merupakan kawasan operasional pertambangan PT Freeport Indonesia (PTFI).

Hingga kini, Kapolres Mimika AKBP I Gede Putra menyatakan situasi di Distrik Tembagapura masih dalam keadaan aman dan kondusif.

“Seluruh kegiatan di Tembagapura saat ini berjalan normal,” kata AKBP I Gede Putra di Mimika, Senin (15/4/2024).

Pasca penegakan hukum di wilayah Tembagapura, kata Kapolres, personel gabungan TNI-Polri terus melakukan upaya dan strategi pengamanan untuk mengantisipasi munculnya gangguan-gangguan terhadap aktivitas masyarakat di wilayah itu.

“TNI-Polri akan selalu hadir untuk kepentingan perlindungan masyarakat dan Negara,” katanya.

“Untuk penambahan personel akan disesuaikan dengan dinamika situasi di lapangan,” imbuhnya.

Sebelumnya, tewasnya Abu Bakar Kogoya menimbulkan reaksi dari pasukan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) yang merupakan sayap militer Organisasi Papua Merdeka (OPM).

Juru Bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom menyatakan aksi balas dendam akan dilakukan pihaknya, lantaran Abu Bakar Kogoya merupakan sosok terpenting TPNPB pada tiga wilayah di Papua Tengah, yakni Kabupaten Mimika, Kabupaten Puncak dan Kabupaten Intan Jaya.

Salah satu aksi balas dendam, kata Sebby, telah dilakukan pada 9 April 2024 di Ilaga, Kabupaten Puncak oleh Penny Murib dan pasukannya. Aksi itu dilaporkan oleh Numbuk Telenggen kepada Sebby Sambom.

“Penembakan di Kabupaten Puncak Ilaga adalah murni balas dendam atas gugurnya Mayor Mopinus Abu Bakar Kogoya, dan perang balas dendam akan terjadi di beberapa Kodap (Komando Daerah Pertahanan) yaitu Kodap VIII Intan Jaya, wilayah Tembagapura, Kodap XVIII Ilaga,” kata Sebby kepada media ini beberapa waktu lalu.

“Karena Mayor Mopinus Abu Bakar Kogoya adalah komandan yang paling terpenting di TPNPB-OPM tiga wilayah atau komando tersebut,” imbuhnya.

Abu Bakar Kogoya tewas bersama seorang rekannya usai kontak tembak dengan Satgas Operasi Damai Cartenz di Mile Point 69 wilayah Tembagapura pada 4 April 2024.

Kontak tembak itu dipicu oleh bunyi letusan senjata di area Kali Kuluk, Mile Point 69 yang mengakibatkan para pendulang atau masyarakat setempat lari ketakutan ke arah Utikini. Utikini diketahui merupakan salah satu kampung di Distrik Tembagapura.

Dalam kejadian itu, aparat juga berhasil mengamankan sebuah senjata api laras pendek berjenis Sig Sauer beserta amunisinya.

Beberapa catatan kriminal Abu Bakar Kogoya yakni, ia diketahui sebagai otak dalam aksi penyerangan terhadap kantor PT Freeport Indonesia di Distrik Kuala Kencana, Kabupaten Mimika pada tahun 2020 yang menewaskan karyawan Freeport berkebangsaan Selandia Baru bernama Graeme Thomas Wall. Selain itu, Abu Bakar juga yang menyerang dan menewaskan dua anggota Brimob di Tembagapura pada tahun 2017 dan merampas dua pucuk senjata api jenis Styer AUG.

penulis : Arifin Lolialang
editor : Saldi Hermanto

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *