Bupati Puncak: KKB Selalu Ganggu Kami di Wilayah Pegunungan

Selasa, 13 Agu 2019 20:35 WIT
Bupati Puncak, Willem Wandik. (Foto: Sevianto Pakiding/SP)

TIMIKA | Bupati Puncak Willem Wandik memastikan pelaku penyanderaan dan penembakan Brigadir Polisi (Anumerta) Hedar dari kelompok kriminal bersenjata (KKB), sayap militer Papua merdeka. 

"Ini KKB yang lakukan, jelas-jelas mereka. Sehingga atasnama masyarakat dan pemerintah turut berduka cita atas gugurnya seorang anggota Polri," kata Bupati Wandik usai pelepasan jenazah Brigadir Hedar di Bandara Mozes Kilangin Timika, Selasa (13/8).

Bupati Wandik mengakui, kelompok separatis bersenjata memang kerap kali meneror bahkan menyerang anggota TNI/Polri yang bertugas di wilayah pegunungan tengah Papua. 

"Saya sangat menyesalkan peristiwa ini, KKB selalu saja menganggu kami di daerah pegunungan tengah, seperti Puncak, Puncak Jaya, Nduga," kata Wandik. 

Ia juga menyesalkan sekelompok warga hingga kini masih saja bergerilya di hutan lalu keluar menenteng senjata api dan menembak orang-orang tak bersalah. 

"Tuhan akan membalas orang-orang yang melakukan ini. Saya kutuk orang-orang yang melakukan perbuatan sekeji ini. Saya tidak mau daerah kami selalu ada korban," tandasnya. 

Meski begitu, Wandik bersama TNI/Polri tetap berusaha menjalin komunikasi yang baik dan mengedepankan pendekatan persuasif terhadap kelompok separatis tersebut. 

"Mudah-mudahan suatu saat mereka (KKB) akan menyesal dan kembali ke NKRI," imbuh dia. 

Pangdam XVII Cenderawasih Mayjen TNI Yosua Pandit Sembiring memastikan tidak ada penambahan pasukan ke wilayajlh Kabupaten Puncak pasca insiden penyanderaan dan penembakan Brigadir Hedar. 

"Di sini kejadian itu situasional. Gak mesti kejadian, trus dilakukan perkuatan. Ini biasa saja, memang dinamikan di sini seperti itu," kata Pangdam. 

Brigadir (Anumerta) Hedar dilaporkan sempat disandera KKB, Senin (12/8) siang. Jasadnya lalu ditemukan dengan sejumlah luka tembak, tak jauh dari lokasi penghadangan di Kampung Usir, Distrik Ilaga, Puncak.


Reporter: Sevianto
Editor: Misba Latuapo

 

Kategori:
Bagikan