Freeport: Dukungan Dana Kemitraan Tetap Ada Meski LPMAK Berubah Jadi YPMAK

Freeport: Dukungan Dana Kemitraan Tetap Ada Meski LPMAK Berubah Jadi YPMAK

TIMIKA | PT Freeport Indonesia mengaku terus berkomitmen memberikan dukungan kepada Suku Amungme dan Kamoro serta lima Suku kekerabatan lainnya melalui Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) hingga 2041.

Vice Presiden Community Development PTFI, Claus Wamafma mengatakan, perubahan LPMAK menjadi YPMAK tidak akan mempengaruhi dukungan freeport untuk masyarakat asli Mimika.

Ia menjelasnya, perubahan LPMAK menjadi YPMAK telah melalui proses yang panjang, kira-kira dua tahun. Namun karena banyak dinamika, maka prosesnya baru terjadi ditahun 2019. 

"Sudah lima bulan secara terbuka tim memberikan kesempatan kepada masyarakat di Mimika untuk mengikuti proses ini. Terutama saudara-saudara kita dari Amungme dan Kamoro untuk ikut ambil bagian," ungkapnya. 

“Ini betul-betul proses yang transparan dan bisa diuji oleh publik. Apakah hanya sekedar memenuhi syarat-syarat formal dari organisasi atau memang ini proses yang bisa dipercaya,” tambahnya lagi. 

Menyangkut bentuk dukungan dari PTFI terhadap YPMAK, Claus Wamafma mengatakan, komitmen PTFI untuk dana kemitraan akan tetap diberikan sampai akhir kontrak tambang, yakni pada tahun 2041. 

“Kami (Freeport) tetap berkomitmen memberikan dukungan terhadap pengembangan dan pembinaan kepada masyarakat, melalui YPMAK,” katanya.

Kata dia, dengan adanya kepemilikan saham yang mayoritas dimiliki oleh  Pemerintah Indonesia, tentunya ada harapan-harapan akan program-program yang langsung menyentuh kepada masyarakat akar rumput. 

Dimana, semuanya berharap, agar perubahan menjadi yayasan ini lebih transparan, akuntabel, dan bisa dipertanggungjawabkan kepada masyarakat luas. Dalam pengembangan kepada masyarakat, PTFI berkomitmen akan terus bergandengan dengan semua pihak.

“Dengan adanya yayasan baru ini, kami berharap pembangunan lebih dari kampung. Dalam arti, dana-dana pengembangan bisa langsung dikelola oleh masyarakat di kampung. Sehingga masyarakat bisa memikirkan dan merencanakan, serta melakukan monitor. Tentunya dengan dukungan dari yayasan,” tuturnya.

Reporter: Mujiono
Editor: Batt

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *