Belum Lama Menikah Lalu Ditinggal Istri, Seorang Pria di Timika Nekat Gantung Diri

Polisi melakukan olah TKP kejadian gantung diri seorang pria di Timika, Sabtu (23/7/2022). (Foto: Ist)
Polisi melakukan olah TKP kejadian gantung diri seorang pria di Timika, Sabtu (23/7/2022). (Foto: Ist)

TIMIKA | Seorang pria bernama WI(29), warga Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Sempan, Distrik Mimika Baru, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri, Sabtu pagi (23/7/2922).

Kasat Reskrim Polres Mimika, Iptu Bertu Haridyka Eka Anwar menerangkan, berawal ketika saksi 1 adik korban yang bernama AP (23), dibangunkan oleh ibunya saksi 2 bernama S (47) untuk mengecek di luar rumah.

Saat keluar rumah, adik korban melihat kakaknya sudah dalam keadaan gantung diri. Ia kemudian berteriak, sang ibu yang mendengar lalu keluar dan juga melihat anaknya (korban) sudah gantung diri di kanopi pelataran rumah menggunakan tali tambang berwarna biru.

Kemudian, saksi A berusaha menurunkan kakaknya dari tempat gantungan yang merupakan pelataran rumah mereka, yang juga merupakan bengkel las, tepat seberang jalan Koramil Kota Timika, Jalan Yos Sudarso.

“Ibu korban mendengar suara dari adik korban yang berteriak, kemudian keluar dan melihat korban sudah gantung diri di kanopi depan rumah,” terang Iptu Bertu.

Jenazah korban tidak dibawa ke kamar jenazah RSUD Mimika, melainkan langsung ditangani pihak keluarga untuk dimakamkan hari ini.

Petugas Kepolisian yang merespon kejadian ini melakukan olah TKP selanjutnya mengambil keterangan dari saksi-saksi termasuk keluarga korban.

“Pihak Keluarga menerima kematian korban dan langsung akan mengurusi jenazah korban,” kata Iptu Bertu.

Dari keterangan yang diperoleh, korban diduga memutuskan mengambil jalan pintas lantaran diketahui merasa malu ditinggal istri pulang ke kampung.

Pasangan muda itu baru beberapa bulan belakangan melangsungkan pernikahan.

Sebab, waktu pernikahan keduanya, pesta dilangsungkan secara besar-besaran oleh keluarga, sehingga dengan kepergian sang istri membuat korban memikul beban menahan malu terhadap keluarga.

“Menurut keluarga, karena waktu pesta besar-besaran dia merasa malu sama keluarga,” ungkap Kasat Reskrim.

 

reporter : Arifin, Saldi

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.