Bupati Puncak Sebut Ada Anak Usia Sekolah Masuk Kelompok Bersenjata

Bupati Puncak Willem Wandik menemui warga dan memantau situasi keamanan di Ilaga. (Foto: Ist for Seputarpapua)
Bupati Puncak Willem Wandik menemui warga dan memantau situasi keamanan di Ilaga. (Foto: Ist for Seputarpapua)

TIMIKA | Bupati Puncak, Provinsi Papua Willem Wandik menyesalkan terjadinya kontak senjata di Kampung Tigilobak, Distrik Gome, Puncak yang menyebabkan tiga anggota TNI Satgas YE 408/SBH gugur, Kamis (27/1/2022).

“Hukum alam maupun hukum Tuhan sama, tidak boleh membunuh,” kata Bupati Wandik dalam rilis yang diterima, Sabtu (29/1/2022).

Wandik mengatakan, khusus untuk wilayah Papua yang rawan konflik salah satunya seperti di Kabupaten Puncak memang susah untuk dikatakan aman. Ini karena penembakan susah diprediksi kapan terjadi.

Lebih lanjut dia menyebutkan, ini karena gerakan bersenjata punya kelompok dan pimpinan masing-masing.

Bahkan, Bupati Wandik menyebut di dalam kelompok ini juga ada anak-anak usia sekolah yang menurutnya masih mencari jati diri tapi sudah memegang senjata.

Anak-anak itu, kata Wandik, susah untuk dikendalikan.

“Anak-anak yang terbilang usia masih SMP bahkan SD ini yang susah dikendalikan, mereka inilah yang menjadi masalah dan mengancam bagi kita,“ ungkap Bupati.

Sebagai pemerintah daerah, aparat keamanan sudah berupaya agar kondisi di Puncak bisa aman dan pembangunan juga bisa berjalan melalui mediasi.

Bahkan jalur persuasif sudah ditempuh sejak Kabupaten Puncak masih bergabung dengan Kabupaten Puncak Jaya hingga kini sudah 13 tahun.

Advertisements

Ternyata, diakui jalur persuasif cukup sulit untuk menuju Kabupaten Puncak yang aman, sehingga Ia sebagai Kepala daerah hanya bisa menyarankan agar semua warga, ASN yang berada di wilayah Kabupaten Puncak untuk beraktivitas dengan selalu siaga.

“Sebagai pemimpin tugas kita menyampaikan agar masyarakat, pegawai beraktfitas seperti biasa, namun di satu sisi keamanan juga perlu diwaspadai, makanya saya selalu katakan tugas di wilayah rawan seperti ini, kita harus waspada,” pesannya.

Sementara itu, untuk mengajak masyarakat beraktivitas seperti biasa dan hilangkan rasa trauma pasca penembakan di Distrik Gome, Bupati Puncak ditemani Kapolres Puncak dan Dandim Puncak Jaya, memantau langsung suasana di dalam Kota Ilaga.

Selain itu juga, bertemu dengan warga maupun pedagang di pasar Ilaga, seraya mengajak masyarakat untuk kembali melakukan aktifitas seperti biasa meski situasi belum benar-benar kondusif. Ini untuk bisa mengurangi trauma warga.

Hasilnya, dimana terlihat warga masyarakat sebagian berjualan di pasar Ilaga, kios-kios juga buka seperti biasa, meski belum ramai seperti biasanya, sebab warga masih trauma dan was-was.

penulis : Anya Fatma

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tinggalkan Balasan