Pameran dan Bursa Kerja 2023 Catat Lonjakan Data Pencaker Mimika

Pameran dan Bursa Kerja 2023 Catat Lonjakan Data Pencaker Mimika
Sekretaris Disnakertrans dan ESDM Provinsi Papua Tengah, Gunawan Iskandar saat ditemui di Hotel Horison Ultima Mimika, Kamis (9/11/2023). (Foto: Fachruddin Aji/Seputarpapua)

TIMIKA | Exhibition and Job Fair 2023 atau Pameran dan Bursa Kerja yang pertama kali digelar di Papua Tengah selama 3 hari di Pelataran Hotel Horison Ultima, Kabupaten Mimika, hingga Kamis (9/11/2023), menghasilkan data adanya lonjakan pencari kerja (Pencaker) dan pengangguran khususnya di Mimika.

Sekretaris Disnakertrans dan ESDM Provinsi Papua Tengah Gunawan Iskandar menjelaskan, menurut data selama tiga hari dalam kegiatan yang dilaksanakan pihaknya dengan Disnakertrans Kabupaten Mimika, pada hari pertama terdata sebanyak 5000 pengunjung, kemudian di hari kedua hanya mencapai 2000, dan di hari ketiga diklaim mencapai 8000 orang.

Pada hari pertama, ada sebagian juga yang hadir di hari kedua, tetapi tidak dicatat sebagai pendaftar baru, mereka datang karena ada kekurangan data.

“Hari ketiga kita perkirakan mencapai 8000 lebih, pada hari kedua itu kita perkirakan ada 90 persen (pengangguran) yang datang di hari kedua karena jumlah di Mimika kan sampai 6.338, (hari ketiga) sudah melebihi, ternyata ada penambahan jumlah pengangguran (Mimika) di data kita,” paparnya.

Gunawan memaparkan setelah mendapat data tersebut pihaknya akan melakukan pendataan kembali dari masing-masing stand yang ada sebanyak 42 perusahaan.

“Kita akan lihat yang terdaftar berapa di hari pertama, kedua dan tiga, (di 42 stan) dengan berapa yang datang diambil datanya sebanyak 8000 itu, biar datanya aktual dan seimbang, jadi verifikasi pendaftar dan terdaftar,” katanya.

Gunawan menegaskan dalam pameran dan bursa kerja 2023 Papua Tengah ini diprioritaskan untuk Orang Asli Papua (OAP) dan mereka yang ber KTP-el Mimika dan Papua Tengah sesuai technical meeting dengan perusahaan penyedia lowongan kerja.

“Untuk yang ber KTP-el luar, yah minta maaf sekali, dan itu memang mereka lakukan,” ungkapnya.

Gunawan menyebutkan, alasan kenapa hanya diprioritaskan kategori di atas, karena pihaknya berharap pencari kerja atau pengangguran di Mimika bisa memenuhi lowongan kerja dari 42 perusahaan yang tercatat sebanyak 478.

“Dari 42 perusahaan itu sudah ada juga (pencaker) yang diinterview, ada yang diambil data nanti dipanggil interview personal, dan kita dari pemerintah tidak intervensi, penilaian kembali ke perusahaan masing-masing, kita hanya mediasi perusahaan dengan pencaker,” terangnya.

Gunawan menegaskan pihaknya hanya melakukan intervensi berupa imbauan kepada PT Freeport Indonesia (PTFI) dan sub kontraktornya untuk memprioritaskan pembukaan loker di wilayah Mimika dan Papua Tengah terlebih dahulu, sebelum mencari tenaga kerja dari luar.

“Kita memaksa memang. Jadi kemarin kita laporkan juga kepada mereka (PTFI dan sub kontraktor) dari total 1000 lebih kontraktor, kita undang 113, yang membuka tenda 42,” katanya.

Gunawan mengaku pihak PTFI dan sub kontraktornya mendukung kegiatan pemerintah dalam pengentasan program pengangguran di Mimika.

“Angkatan kerja lokal ini yang kita harapkan, bahwa job fair itu bisa mengurangi angka pengangguran,” tegasnya.

Menurut Gunawan, perusahaan yang membuka lowongan kerja juga menyampaikan apresiasi. Sebab selama ini perusahaan mengadakan secara personal atau tertutup, namun kini bisa membuka loker secara terbuka.

penulis : Fachruddin Aji

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *