Pengemudi Mobil Diperiksa Terkait Pemalangan di Miktim dan Kematian Simon

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
PALANG | Suasana pemalangan yang terjadi di Jalan Poros Mapurujaya-Kaugapu. (Foto: Saldi/Seputarpapua)
PALANG | Suasana pemalangan yang terjadi di Jalan Poros Mapurujaya-Kaugapu. (Foto: Saldi/Seputarpapua)

TIMIKA |Seorang warga berinisial IM (65) diperiksa Polres Mimika terkait aksi pemalangan dan tewasnya Simon Felix Kapirapu (18) di Kampung Kaugapu, Distrik Mimika Timur, Kabupaten Mimika, Papua.

Kasat Reskrim Polres Mimika, AKP Hermanto yang ditemui di Mapolres Mimika mengatakan, IM yang saat ini berstatus sebagai saksi berlaku kooperarif mendatangi Mapolres terkait peristiwa yang terjadi di Kaugapu.

Terkait kejadian awal IM telah menerangkan kepada penyidik seperti apa sebenarnya, namun keterangan itu masih menurut IM dan seorang kerabatnya berinisial BO.

Kepada penyidik, IM mengaku tidak mengejar korban maupun rekan korban hingga ke sungai atau kali Wania Jumat sore, 20 Agustus 2021 itu, sesaat setelah korban dan rekannya membuat ulah di jalan poros Timika-Poumako, tepatnya RT 2 Kampung Kaugapu.

Saat itu, mobil Suzuki APV berwarna coklat yang dikemudikan IM dari arah Timika hendak menuju Poumako. IM mengemudi mobil berserta dua orang penumpang yakni kerabat keluarga salah satunya BO yang hendak pergi memancing.

Saat melintasi lokasi yang kini masih dilakukan pemalangan, korban Simon bersama tiga rekannya dalam kondisi mabuk membuat ulah dan melempar mobil.

Atas kejadian itu, IM kemudian menghentikan mobil lalu mundur hendak menemui korban dan rekannya menanyakan terkait pelemparan mobil. Tiba-tiba korban dan rekannya sudah melarikan diri.

Kemudian BO keluar dari mobil hendak menemui korban dan rekannya, ternyata mereka sudah lari berpencar lantaran diduga takut didatangi BO.

BO tidak yang tidak berhasil menemui korban dan rekan-rekannya, saat itu hanya melihat korban berlalu dari pandangannya ke arah belakang pemukiman warga, bahkan BO tidak mengejar hingga ke aliran sungai Wania seperti yang dikabarkan warga Kaugapu. Apalagi, terkait pengejaran hingga ke sungai, kata Hermanto, belum ada saksi yang dapat memastikan terkait informasi itu.

“Pada saat mobil mundur itu, anak-anak sudah lari. Mengejar iya, tapi tidak sampai ke sungai. Setelah lihat tangan mereka berlalu (lari) ke belakang pemukiman itu, ya sudah. Kalau dia mengejar, ya dia dipukulin sama masyarakat situ. Setelah lihat anak-anak itu belok ke pemukiman, dia tidak mengejar lagi,” terang AKP Hermanto, Senin (23/8/2021).

“Sebenarnya niatnya mau panggil anak-anak itu mau dikasih ke orangtuanya, kenapa mobilnya dilempar,” sambungnya.

Bahkan, setelah tidak berhasil menemui korban dan rekannya, terdapat beberapa warga setempat yang sempat menemui IM dan keluarganya di mobil, lalu meminta maaf atas ulah Simon dan rekan-rekannya yang melempar mobil, salah satu warga adalah seorang guru yang bernama Alo.

Dari sisi penyidik, kata Hermanto, belum melihat adanya unsur pidana yang dapat menjerat IM dan BO. Apalagi saat mobil hendak memundurkan mobil, korban dan rekan-rekannya sudah lari menjauh dari mobil.

“Unsurnya (pidana) belum, mereka lari sendiri kok,” ujar Hermanto.

Bahkan, kata Hermanto, dari hasil pemeriksaan tim medis terhadap jasad Simon yang baru ditemukan pada hari Minggu, 22 Agustus 2021 di sungai Wania, tidak ditemui adanya tanda-tanda kekerasan.

Saat ini status IM dan BO masih sebagai saksi, keduanya tidak ditahan penyidik lantaran dianggap sangat kooperatif. Keduanya siap jika dipanggil penyidik untuk dilakukan pemeriksaan maupun pertemuan dengan keluarga Simon.

Akibat kasus Simon, warga Kaugapu pada Sabtu, 21 Agustus 2021 melakukan pemalangan jalan poros Timika menuju Poumako. Hingga kini pun pemalangan masih dilakukan dan mengakibatkan akses lalulintas tidak dapat melewati lokasi itu. Sebagai jalan alternatif, akses lalulintas hanya bisa melewati jalan Logpon menuju Poumako dan sebaliknya.

Informasinya juga pada hari ini jenazah Simon rencana dimakamkan. Pihak kepolisian terus melakukan koordinasi dengan pihak keluarga Simon untuk bagaimana caranya akses jalan di Kaugapu segera dibuka kembali tanpa menimbulkan persoalan baru.

Reporter: Saldi
Editor: Mish
Berita Terkait
Video Seputar Papua TV Terbaru
1/10 videos
Ada Joker di Laga Estafet PON XX Papua
Ada Joker di Laga Estafet PON XX Papua
Wajah di Balik Kangpho dan Drawa PON XX
Wajah di Balik Kangpho dan Drawa PON XX
Pecahkan Rekor Berusia 21 Tahun, Atina Dulang Emas Lempar Lembing Putri PON XX Papua
Pecahkan Rekor Berusia 21 Tahun, Atina Dulang Emas Lempar Lembing Putri PON XX Papua
Meski Cedera, Alvin Tehupeiory Tambah Emas untuk Maluku dari  400 M Gawang Putri
Meski Cedera, Alvin Tehupeiory Tambah Emas untuk Maluku dari 400 M Gawang Putri
Kalahkan Bali, Tim Basket Putri Jatim Raih Medali Emas
Kalahkan Bali, Tim Basket Putri Jatim Raih Medali Emas
Odekta Elvina Naibaho, Persembahkan Medali Emas Terakhirnya di PON XX Papua
Odekta Elvina Naibaho, Persembahkan Medali Emas Terakhirnya di PON XX Papua
Indah Lupita Sari Sabet Emas Debut Pertamanya Atletik PON XX
Indah Lupita Sari Sabet Emas Debut Pertamanya Atletik PON XX
Agus Prayogo dari Jabar Rebut Medali Emas Kedua di Atletik
Agus Prayogo dari Jabar Rebut Medali Emas Kedua di Atletik
Warga NTT Nonton Amoreus Tarung Derajat di PON XX Bermodal Pulsa 5GB
Warga NTT Nonton Amoreus Tarung Derajat di PON XX Bermodal Pulsa 5GB
Kalahkan Sulsel, Basket Putri 5X5 Bali Bertemu Jatim di Final
Kalahkan Sulsel, Basket Putri 5X5 Bali Bertemu Jatim di Final
Baca Juga