Semasa Pendemi Covid-19, 21 Debitur Bank Papua Ajukan Restrukturisasi Kredit

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
BANK – Pelayanan di Bank Papua Cabang Timika. (Foto: Anya Fatma/SP)

TIMIKA | Sejak masa Pandemi Covid-19 hingga saat ini, sebanyak 21 debitur pada Bank Papua Cabang Timika mengajukan restrukturisasi atau keringanan kredit dengan total Rp7 miliar.

Pimpinan Departemen Kredit Bank Papua Cabang Timika, Muhtardi, menjelaskan, restrukturisasi ini hanya dikhususkan untuk nasabah yang terdampak Covid-19 dengan nilai kredit dibawah Rp10 miliar untuk pekerja informal, berpenghasilan harian, usaha mikro dan usaha kecil (Kredit UMKM dan KUR).

Sementara untuk nilai diatas Rp10 miliar yang juga terdampak ialah untuk sektor transportasi, pergudangan, komunikasi dan sektor penyediaan akomodasi makanan dan minuman.

“Mungkin karena hanya mereka ini yang terdampak. Tapi ini juga masih berlangsung sampai Desember nanti,” katanya saat ditemui di kantornya, Senin (6/7).

Meski begitu, Muhtardi mengaku bahwa sejak masa Pandemi ada beberapa nasabah yang terlambat membayar, tetapi tidak mengajukan keringanan karena masih mampu untuk membayar.

Dijelaskan, untuk debitur yang ingin mengajukan restrukturisasi tidak diwajibkan mengajukan langsung ke kantor Bank Papua, namun bisa dilakukan secara online. Hal ini sebagai salah satu langkah penerapan protokol kesehatan Covid-19.

Sementara untuk persetujuan restrukturisasi dilakukan kajian atau analisa oleh bank, dimana keringanan diberikan dalam waktu satu tahun dalam bentuk waktu penyesuaian pembayaran cicilan pokok atau bunga, perpanjangan waktu dan beberapa cara lainnya.

Baca Juga:

“Bisa juga datang langsung, kami akan tanya kenapa ajukan permohonan ini, kalau alasannya masuk akal maka itu akan diberikan. Tapi memang sejauh ini baru 21 debitur saja yang mengajukan permohonan dan sudah disetujui,” ungkap Muhtardi.

Keringanan kredit ini diberikan berdasarkan kondisi nyata usaha debitur dan omset yang diperoleh akibat dampak Covid-19 dan untuk menentukan besarnya keringanan yang diberikan disesuikan dengan analisa dan verifikasi yang dilakukan oleh Bank Papua.

“Karena dampak covid ini ada yang usahanya pemasukannya berkurang, ada yang di PHK dan lainnya makanya kita beri keringanan kepada nasabah,” tutupnya.

Reporter: Anya Fatma
Editor: Batt
Berita Terkait
Video Seputar Papua TV Terbaru
1/10 videos
Empat Kepala Daerah Deklarasikan Provinsi Papua Selatan
Empat Kepala Daerah Deklarasikan Provinsi Papua Selatan
Detik-detik Kontak Tembak Aparat Gabungan TNI Polri dengan KKB di Ilaga
Detik-detik Kontak Tembak Aparat Gabungan TNI Polri dengan KKB di Ilaga
Jenazah Korban Tembak di Puncak Tiba di Timika, Bupati Wandik: Turut Berdukacita
Jenazah Korban Tembak di Puncak Tiba di Timika, Bupati Wandik: Turut Berdukacita
Bupati Puncak Ajak Kelompok Bersenjata Terbuka Agar Konflik Segera Selesai
Bupati Puncak Ajak Kelompok Bersenjata Terbuka Agar Konflik Segera Selesai
Bupati Puncak Ajak Anak Bangsa Doakan Pegunungan Tengah Papua
Bupati Puncak Ajak Anak Bangsa Doakan Pegunungan Tengah Papua
Detik detik Evakuasi Korban Penembakan di Ilaga Papua
Detik detik Evakuasi Korban Penembakan di Ilaga Papua
Seluruh Pemilik Sound System se-Mimika Bergabung, Langit Timika ‘Bergetar’
Seluruh Pemilik Sound System se-Mimika Bergabung, Langit Timika ‘Bergetar’
Prosesi Pemakaman Klemen Tinal | Bupati Puncak Beberkan Penyebab Wafatnya Wakil Gubernur Papua
Prosesi Pemakaman Klemen Tinal | Bupati Puncak Beberkan Penyebab Wafatnya Wakil Gubernur Papua
Keluarga Harap Jansen Tinal Gantikan Dua Jabatan yang Ditinggal Klemen Tinal
Keluarga Harap Jansen Tinal Gantikan Dua Jabatan yang Ditinggal Klemen Tinal
Klemen Tinal dalam Kenangan
Klemen Tinal dalam Kenangan
Baca Juga