Satgas Kesehatan TNI Tidak Menemukan Kasus Gizi Buruk di Pedam

Satgas Kesehatan TNI Tidak Menemukan Kasus Gizi Buruk di Pedam
Kapendam XVII Cenderawasih Muhamad Aidi bersama Satgaskes TNI di Kampung Pedam, Distrik Okbab, Pegunungan Bintang

TIMIKA | Penanganan kejadian luar biasa (KLB) campak dan gizi buruk di Kabupaten Asmat belum sepenuhnya tuntas, publik kembali dikejutkan kabar meninggalnya 27 anak di kampung Pedam, Distrik Okbab, Kabupaten Pegunungan Bintang.

Menindak lanjuti kabar tersebut, Mabes TNI langsung membentuk Tim Aju Satuan Tugas Kesehatan (Satgaskes) yang  berkekuatan delapan personel dan langsung dikerahkan dari Kabupaten Asmat ke Kampung Pedam.

Kapendam XVII Cenderawasih Kolonel Inf Muhammad Aidi mengatakan, dari temuan petugas kesehatan di lapangan, 27 korban meninggal yang terdiri dari 23 anak dan 4 dewasa bukan karena campak dan gizi buruk seperti diberikan sebelumnya.

“Kasus meninggal dunia pada periode Januari-Desember 2017 sebenarnya terserang infeksi saluran pernafasan (Ispa) diare dan dehidrasi berat , serta kurang gizi,” kata Muhammad Aidi dalam keterangan Pers tertulis, Selasa (23/1).

 

Baca Juga: Vonis Terdakwa Insentif Guru Dinilai Ringan, Kejari Mimika Banding

Seperti pada hari Senin (22/1) seorang balita laki-laki bernama Arkison Keduma meninggal dunia akibat dehidrasi berat setelah menderita diare dan kurang gizi

“Kasus campak tahun 2017 sampai saat ini nihil, sementara kasus kurang gizi diperkirakan berjumlah di bawah 500 anak,” jelas Aidi.

Sebanyak 30 Puskesmas dan 4 Pustu di 34 distrik Kabupaten Pegunungan Bintang membutuhkan radio SSB untuk sarana komunikasi dan komponen pembangkit listrik tenaga surya (solar cell) untuk penerangan karena listrik PLN belum masuk wilayah itu.

Wakil Bupati Pegunungan Bintang Decky Deal menyampaikan apresiasi kepada TNI yang telah bertindak membantu pemerintah daerah setempat dalam membantu penanganan pasien, hingga helikopter untuk mengangkut obat-obatan dan bahan makanan.

“Kami belum mendapatkan perhatian dari pihak manapun sebelumnya, tapi Kodam XVII Cenderawasi didukung Mabes TNI telah langsung bertindak lebih dulu,” kata Decky.

Menurutnya, pemerintah daerah mengalami kesulitan untuk memberi pelayanan termasuk kesehatan kepada warga, mengingat warga hidup terpencar di wilayah sulit terjangkau yang hanya bisa ditempuh dengan berjalan kaki berhari-hari.

“Ke depan kami siap menyediakan lahan untuk relokasi rakyat ke pusat pelayanan sosial, sarana kesehatan, pendidikan, pasar, sarana ibadah, sarana dan sarana transportasi secara terpusat,” katanya.

Penanganan selanjutnya di wilayah itu membutuhkan obat sakit kulit, antibiotik umum, PMT, susu, bahan makanan, dan vaksin campak. Sebab Satgas TNI menemukan pasien penyakit kulit 137 orang, Ispa 39, diare 17, dan kurang gizi 4 orang.

“Perlu diperhatikan, dimana kondisi anak umumnya kurang gizi, kondisi rumah yang tidak sehat, kurangnya makanan bergizi , faktor kebersihan diri yang menimbulkan banyak penyakit, dan fasilitas kesehatan masih minim,” pungkas Kolonel Muhammad Aidi. (rum/SP)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *