Dinkes Mimika Perintahkan Puskesmas Waspadai Wabah Penyakit

Dinkes Mimika Perintahkan Puskesmas Waspadai Wabah Penyakit
Ilustrasi- Kondisi pemukiman warga di pesisir Paumako, Kabupaten Mimika

TIMIKA | Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Provinsi Papua memerintahkan seluruh Puskesmas dan Puskesmas Pembantu (Pustu) di wilayah itu agar mewaspadai timbulnya wabah atau Kejadian Luar Biasa/KLB penyakit menular sebagaimana terjadi di kabupaten Asmat.

“Kami diminta segera melaporkan jika ada peningkatan kasus atau kematian yang disebabkan oleh penyakit yang dapat menyebabkan KLB agar secepatnya ditindaklanjuti,” kata Kepala Puskesmas Timika Maria Yosinta Rahangiar, Kamis (25/1).

Maria mengatakan sejauh ini belum ada KLB atau wabah penyakit menular terjadi di wilayahnya.

Pada 2017 Puskesmas Timika dan berbagai pusat layanan kesehatan di wilayah itu sempat mengkhawatirkan peningkatan jumlah pasien terserang Demam Berdarah Dengue (DBD).

“Yang kami takutkan saat itu kenaikan jumlah pasien DBD. Ternyata itu tidak terjadi sebab pasien langsung ditangani secara baik,” ujarnya.

 

Baca Juga: Menteri Kesehatan Kunjungi Pasien Campak dan Gizi Buruk di Asmat

Adapun kasus penyakit menonjol di wilayah Puskesmas Timika yaitu serangan malaria. Pada 2017, jumlah pasien malaria meningkat drastis dari tahun-tahun sebelumnya.

Kondisi itu disebabkan curah hujan yang tinggi di Kota Timika dan sekitarnya sehingga menimbulkan genangan air di beberapa lokasi pemukiman penduduk.

Kondisi lingkungan yang buruk dengan sistem sanitasi dan drainase yang penuh dengan sampah dinilai ikut memicu berkembangbiaknya nyamuk pembawa malaria.

“Sampai sekarang kasus malaria masih tinggi karena Timika masih terus diguyur hujan terutama pada sore dan malam hari,” jelas Maria.

Sebagaimana di Puskesmas Timika, kasus penyakit tertinggi (dominan) di wilayah Puskesmas Wania sepanjang 2017 yaitu serangan malaria dengan jumlah 11.381 kasus, terdiri atas malaria jenis tropika 5.525 kasus, malaria jenis tertiana (falcifarum) 5.278 kasus, malaria mix (gabungan malaria tropika dan tertiana) sebanyak 577 kasus.

Selain malaria, penyakit dominan yang juga menyerang warga di wilayah itu yakni Infeksi Saluran Pernapasan Atas (Ispa) dengan jumlah 10.750 kasus.

“Ada beberapa kasus juga yang menonjol seperti frambusia, namun itu sudah tertangani dengan baik,” jelasnya. (Ant/SP)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *