Bupati Fakfak Ingin Suplay Produk Unggulan ke Timika

Bupati Kabupaten Fakfak, Untung Tamsil (Foto: Kristin Rejang/Seputarpapua)
Bupati Kabupaten Fakfak, Untung Tamsil (Foto: Kristin Rejang/Seputarpapua)

TIMIKA | Bupati Kabupaten Fakfak, Untung Tamsil melakukan kunjungan ke Kabupaten Mimika, selain menghadiri undangan oleh Kerukunan Fakfak yang ada di Timika, juga ingin menjalin silahturahmi dengan Pemkab.

Untung juga sekaligus memperkenalkan beberapa produku unggulan di Fakfak.

“Nanti melihat peluang yang kita kerjasamakan, katakanlah produk-produk kita yang bisa kita dorong ke sini karena juga di Timika ada perusahaan besar seperti Freeport. Kita akan membuka peluang itu di sini,” kata Untung ketika diwawancarai di Kantor Pusat Pemerintahan Kabupaten Mimika, Selasa (31/5/2022).

Salah satu potensi yang dimiliki oleh Fak-fak juga adalah perikanan.

“Kami punya laut potensi ikan juga cukup banyak yah kenapa tidak, kita bisa mensuplai ikan di Timika,” ujarnya.

Selain itu juga ada potensi buah durian yang melimpah di Fakfak, juga buah Pala yang menjadi ciri khas dari kota Fak-fak.

“Dari sisi perikanan tentu kita akan siapkan kalau itu nanti ada peluang, kemudian juga dari buah pala juga kita bisa mendorong beberapa hasil-hasil olahan buah pala. Ada produk pala yang dibuat menjadi balsem, sabun, parfum ini bisa kita dorong kesini ada beberapa produk yang lain lagi, masalah harga nanti diatur,” ungkapnya.

Bupati Fakfak mengaku ingin sekali bisa bertemu dengan Bupati Kabupaten Mimika, Eltinus Omaleng namun saat itu ia belum bisa berkesempatan bertemu dengan Bupati Mimika.

Dirinya mengaku ingin bertemu dengan Bupati karena menurutnya antara Fakfak dan Mimika memiliki sisi nilai sejarah dimana dulunya Timika merupakan kesatuan dari Fakfak.

“Ada nilai sejarah, sejauh ini karena kesibukan masing-masing sehingga ini mau dikembalikan (Sejarah) karena Mimika ini terbentuk atas dasar dilepaskannya dari Fakfak,” ungkapnya.

Sehingga menurutnya untuk pembangunan menjadi wilayah juga menjadi salah satu tuntutan (sebagian masyarakat) masyarakat Mimika khususnya Kamoro.

“Sehingga kami ingin bagaimana mengembalikan wilayah itu kembali karena dari sisi wilayah adat juga ada sebagian masyarakat kita yang masuk di wilayah adat Bomberai, itu sangat jelas itu pun tidak bisa dipungkiri karena itu menjadi sebuah sejarah untuk kita,” pungkasnya.

reporter : Kristin Rejang
editor : Aditra

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.