Dinkes Mimika Mulai Vaksinasi Covid-19 untuk Pelayan Publik

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
VAKSIN - Vaksinasi Covid-19 untuk anggota TNI.( Foto: Ist for SeputarPapua)
VAKSIN – Vaksinasi Covid-19 untuk anggota TNI.( Foto: Ist for SeputarPapua)

TIMIKA | Pemerintah Kabupaten Mimika, Provinsi Papua melalui Dinas Kesehatan mulai melaksanakan vaksinasi Covid-19 kepada pelayan publik di daerah itu.

Kepala Dinas Kesehatan, Reynold Rizal Ubra menjelaskan, vaksinasi bagi pelayan publik diberikan pertama untuk Anggota TNI yang berlangsung Selasa (8/3/2021) di Rumkitban, Jalan Yos Sudarso, Timika.

Sering ditugaskan ke daerah-daerah menjadi alasan utama prajurit TNI divaksin terlebih dahulu.

Selain itu, karena setelah dilakukan pendataan, jumlahnya prajurit TNI yang bertugas di Mimika cukup banyak. Berdasarkan laporan yang diterima, dari semua kesatuan, ada hampir 3000 orang yang didaftarkan untuk menerima vaksin jenis sinovac ini.

“Fokus untuk TNI karena kita tahu bahwa anggota TNI serah terima kemudian distribusi ke wilayah-wilayahnya,” kata Reynold saat diwawancara di Hotel Horison Diana, Timika, Selasa (8/3/2021).

Pelayanan di Rumkitban hari ini dilakukan secara masal dengan dibantu tenaga vaksinator dari Dinas Kesehatan.

Tim dari Dinas Kesehatan kedepan juga akan mobile ke kesatuan untuk melakukan vaksinasi. Ini dilakukan karena markas tidak boleh kosong.

“Sementara untuk petugas di lapangan seperti intelijen bisa berkunjung ke pusat pelayanan masal untuk di vaksin,” katanya.

Reynold mengatakan, setelah ini akan dilanjutkan dengan vaksinasi kepada anggota Polri termasuk di kesatuannya seperti Brimob yang rencananya akan dilaksanakan di Mile 32.

“Yang melaksanakan nanti dari Klinik Tribarata, kalau TNI di Rumkitban. Sementara kalau di kesatuan lainnya seperti Lanal dan Lanud itu akan terintegrasi di layanan puskesmas,” terangnya.

Ditargetkan dalam Minggu ini, dosis pertama bagi anggota TNI bisa diselesaikan sehingga pada waktunya nanti bisa dilanjutkan dengan dosis kedua.

“Ini memang lebih besar, sehingga kita coba untuk mendata pelayan publik, dan yang paling banyak itu kita dahulukan untuk dosis pertama,” tuturnya.

Setelah itu akan dilanjutkan ke pelayan publik di lingkup pemerintah mulai tenaga honorer hingga ASN.

Untuk jumlah vaksin, Reynold mengaku stok hingga saat ini masih cukup. Karena pada Jumat lalu baru diterima 500 vial.

Kemampuan daya tampung di Instalasi Farmasi juga bisa menampung hingga 5000 vial.

“Satu vial vaksin untuk 10 orang, berarti untuk 5000 orang cukup tahap pertama dosis pertama bagi Pelayan Publik,” tutupnya.

 

Reporter: Anya Fatma
Editor: Batt
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
Berita Terkait
Baca Juga