Freeport dan Pemda Mimika MoU Kembangkan 5 Komoditi Perkebunan

BERSAMA | Foto bersama usai melakukan penandatanganan MoU antara pemerintah dengan Freeport untuk mengembangkan 5 Komoditi Perkebunan. (Foto: Kristin Rejang/Seputarpapua)
BERSAMA | Foto bersama usai melakukan penandatanganan MoU antara pemerintah dengan Freeport untuk mengembangkan 5 Komoditi Perkebunan. (Foto: Kristin Rejang/Seputarpapua)

TIMIKA | PT. Freeport Indonesia dan Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Mimika melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) untuk mengembangkan lima komoditi perkembunan.

Sebelumnya MoU Pemda dan Freeport dilakukan tahun 2004 dan diperbaharui setiap tahunnya, namun untuk tahun ini dilakukan MoU selama 3 tahun kedepan, yakni tahun 2022-2024.

Lima komoditi yang akan dikembangkan melalui kolaborasi kerjasama tersebut, adalah penanaman kopi robusta di atas lahan 300 hektar area dataran rendah. Penanaman kopi arabica di dataran tinggi di lahan seluas 100 hektar.

Selanjutnya penanaman kakao di atas lahan 100 hektar, kelapa di atas lahan 900 hektar hingga penataan pohon sagu dan penanaman pinang.

“Inilah program program kedepan pada tahun 2022-2024 akan kami kerjasama dengan PT. Freeport Indonesia untuk memajukan masyarakat kita di Kabupaten Mimika,” kata Kadis Pertanian, Alice Wanma saat peresmian Rumah Kopi Amungme Gold, Senin (14/3/2022).

Dijelaskan, dalam MoU Pemda bertugas menyediakan bibit dan menamam, sementara Freeport menanggung biaya perjalanan ke lahan serta menyiapkan Sembako kepada masyarakat.

“Kalau pemerintah mau tanggung semua tidak mungkin, jadi mulai dari melakukan perjalanan dan lain sebagainya berapa hari di sana (lokasi penanaman) dan lain-lain, PTFI yang membiayai,” katanya.

Dijelaskan Pemda dalam menjalankan program tersebut menggunakan dua sumber dana yakni Otsus dan APBD.

Khusus untuk APBD, Pemda biasanya dalam satu tahun mengeluarkan biaya Rp800 juta untuk menyediakan bibit tanaman.

Manajer Community Ekonomi Development, Yohanes Bewahan mengatakan Freeport berbangga karena bisa berkolaborasi dengn Pemda untuk memajukan masyarakat.

“Semoga masyarakat bisa mendapatkan manfaat lewat program-program selama tiga tahun akan kita laksanakan, kami juga akan melakukan pendampingan dan sertifikasi kopi di Highland untuk kopi yang tidak ada campur baur dari pupuk kimia. Jadi organik yang kita akan sertifikasi, juga akan ada pelatihan-pelatihan yang akan kita lakukan kedepan,” katanya.

Ia berharap, selain kopi di Timika juga bisa memproduksi coklat sendiri.

“Coklat di Jayapura kita sudah rasa tapi coklat di Timika juga kita mau rasa dia punya rasa seperti apa. Semoga bisa mendapatkan dukungan. Kami Freeport terus mensuport pemerintah untuk merealisasikan semua mimpi-mimpi menuju masyarakat yang mandiri. Masyarakat kerja dengan tangan sendiri, pemikiran sendiri, hasil sendiri dan uangnya sendiri,” katanya.

Dikatakan, Freeport akan terus berkomitmen untuk mendampingi masyarakat Mimika menuju kesejahteraan.

“Freeport tidak akan lari tetap akan ada, kita harapkan supaya Freeport menghasilkan emas tapi emas-emas lain juga muncul ada emas kopi, kelapa, kakao dan emas emas lain kedepan, mudah-mudahan kita kerjasmaa, kita terus membantu masyarakat,” pungkasnya.

Tanggapi Berita ini
reporter : Kristin Rejang
editor : Mish

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.