00
Hari
00
jam
00
Menit
00
Detik
Banner_atas

Kapolres Mimika: KKB Bakar Gereja di Opitawak

Kapolres Mimika, AKBP I Gusti Gde Era Adhinata
Kapolres Mimika, AKBP I Gusti Gde Era Adhinata

TIMIKA | Kapolres Mimika AKBP I Gusti Gde Era Adhinata membenarkan bahwa Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) telah melakukan pembakaran gereja di Kampung Opitawak, Distrik Tembagapura, Mimika-Papua.

“Benar bahwa KKB telah membakar gereja lama di Opitawak,” kata Era saat ditemui di Bandara Mozes Kilangin Timika, Rabu (18/3).

Menurut Era, pihaknya mengetahui pembakaran geraja itu setelah KKB mengunggahnya di media sosial.

Pihaknya kemudian melakukan pengecekan melalui drone (pesawat tanpa awak), dan hal itu benar adanya.

iklan_lokal_dalam_berita

Dalam unggahannya di media sosial, KKB mengaku telah membakar pos aparat keamanan, tapi yang bakar bukanlah pos melainkan gereja.

KKB yang melakukan pembakaran gereja pada Kamis (12/3) pimpinan EB.

“Sebelum melakukan pembakaran gereja, mereka juga membakar kantor desa di Opitawak,” ujarnya.

Kata Era pembakaran gereja terjadi karena Kampung Opitawak, Banti, dan Kimbeli sudah kosong. Hal ini dikarenakan masyarakat pindah ke tempat aman.

Sebab, KKB selain menembaki aparat keamanan juga menembaki masyarakat. Akibatnya beberapa kampung tersebut kosong.

“Karena kampung itu kosong dan anggota ditarik dari wilayah tersebut, untuk memperkuat Banti. Maka KKB membakar gereja tersebut,” ujarnya.

Pengejaran terhadap kelompok bersenjata ini terus dilakukan untuk penegakkan hukum.

Selain itu, kata Era, TNI-Polri juga lebih memperketat jalur-jalur Freeport.

*Hasil Investigasi Terhadap Tiga Pucuk Senpi*

Kapolres menerangkan, dari hasil investigasi terkait kontak senjata yang terjadi pada Minggu (15/3) sudah bisa dipastikan salah satu senjata AR-15 yang diamankan adalah rampasan dari Polsek Pirime.

Dimana pada saat itu KKB melakukan penyerangan secara brutal dan Polsek Pirime dibakar.

“Dari aksi penyerangan tersebut, sebanyak tujuh pucuk senpi dirampas dan tiga anggota polisi gugur. Dan dari tujuh pucuk senpi tersebut, kami dapatkan saat kontak senjata 15 Maret 2020 kemarin,” ujarnya.

Satu senjata lagi, AK-47 hasil rampasan di Kulirik, dimana KKB yang dipimpin Lekagak Telenggen merampas tujuh pucuk.

“Dua pucuk senpi itu kami pastikan perampasan, setelah memastikan nomor seri. Sehingga bisa dipastikan, salah satu korban tewas dari KKB juga ikut penyerangan di dua tempat tersebut,” tuturnya.

 

Reporter: Mujiono
Editor: Aditra

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
BERITA TERKAITbar
BERITA VIRALbar
BERITA UTAMAbar
BERITA PILIHANbar
BERITA POPULERbar