Mimika Mulai Gunakan Metode Kawin Suntik Pada Ternak Sapi

Kapolres Mimika, AKBP I Gede Putra,SH.SIK didampingi Plt. Bupati Kabupaten Mimika, Johannes Rettob bersama tenaga IB saat melakukan kawin suntik perdana kepada sapi betina di Kampung Mulia Kencana SP7, Rabu (21/12/2022). (Reporter: Kristin Rejang/Seputarpapua)
Kapolres Mimika, AKBP I Gede Putra,SH.SIK didampingi Plt. Bupati Kabupaten Mimika, Johannes Rettob bersama tenaga IB saat melakukan kawin suntik perdana kepada sapi betina di Kampung Mulia Kencana SP7, Rabu (21/12/2022). (Reporter: Kristin Rejang/Seputarpapua)

TIMIKA | Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan (Disnakeswan) Hewan telah melakukan metode inseminasi buatan pada ternak babi dan kini telah mencapai swasembada babi yang berkualitas.

Tahun 2022 ini, kembali Disnakeswan memakai metode inseminasi buatan (Kawin suntik kepada hewan ternak Sapi.

Inseminasi buatan ini ditandai dengan penyuntikan pertama terhadap ternak di Kampung Mulia Kencana SP7, Rabu (21/12/2022).

Plt. Bupati Mimika, Johannes Rettob mengatakan metode inseminasi buatan merupakan cara mengembangbiakan ternak sapi dengan cara kawin suntik.

Metode ini bertujuan memperbaiki mutu genetika, meningkatkan populasi ternak, menghemat penuaan pejantan, mencegah penurunan penyakit dan dapat dilakukan perkawinan silang antar berbagai ras.

“Banyak keuntungan yang didapat dari inseminasi buatan, ini berarti bidang peternakan di Babupaten Mimika satu langkah lebih maju, terutama untuk peternakan sapi yang saat ini masih mendatangkan hasil ternak daging sapi dari luar Mimika,” ujarnya.

Ia berharap peternak di Mimika semakin  maju dan berkembang hingga menjadikan Mimika swasembada  sapi.

” Sapi yang sudah diberikan oleh pemerintah dua ekor bisa berkembang menjadi banyak dan bisa membantu perekonomian terutama untuk keluarga,” pungkasnya.

Kepala Disnakeswan, drh. Sabelina Fitriyani menjelaskan pihaknya memiliki unit pembibitan ternak babi di Kampung Naena Muktipura yang juga menggunakan teknologi inseminasi buatan.

“Jadi kawin suntik itu tanpa pejantan jadi jantan 3 ekor diambil spermanya untuk kemudian itu yang akan dicampur dengan suatu larutan dan disuntikan ke betina-betina yang ada,” jelasnya.

Sabelina menerangkan untuk sapi juga dianbil sperma dari pejantan kemudian dicampurkan dengan salah satu cairan khusus lalu disuntikan ke sapi betina.

“Hari ini kita selain serahkan paket peternakan dengan inseminasi buatan perdana. Ini sebenarnya sudah pernah kita lakukan tapi waktu itu adalah bantuan dari pusat tapi mulai tahun ini, kita akan melakukan pembiayaan secara swadaya untuk kita mulai inseminasi buatan (pada sapi-red) ,” tuturnya.

Tanggapi Berita ini
reporter : Kristin Rejang

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.