OPINI: Mengenal Penyakit Rematik Sejak Dini

dr. Gio Vano B. K. Naihonam
dr. Gio Vano B. K. Naihonam

Oleh: dr. Gio Vano B K Naihonam

Tidak dapat dipungkiri penyakit nyeri sendi saat ini sering terjadi di masyarakat, terutama bagi kelompok usia tua. Pada umumnya, masyarakat mengenal nyeri sendi sebagai penyakit rematik.

Penyakit rematik ditandai dengan adanya nyeri, bengkak, dan kemerahan pada sendi, umumnya menyerang sendi-sendi kecil seperti pergelangan tangan, lutut dan kaki.

Penyakit ini biasanya menyerang lebih dari empat sendi simetris yaitu persendian kiri dan kanan.

Gejala lain yang juga sering ditemukan ialah kaku sendi pada pagi hari yang berlangsung lebih dari satu jam atau kaku sendi yang membaik dengan beraktivitas, penurunan nafsu makan, badan terasa lemas dan demam ringan.

Kondisi penyakit rematik ini jangan disepelekan, karena dengan berjalannya waktu, dapat menyebabkan terjadinya erosi (pengikisan) tulang, menghancurkan jaringan persendian, dan menimbulkan kerusakan total pada sendi.

Pada stadium yang lebih lanjut bahkan dapat menyerang otot, ligament dan tendon.

Kekakuan sendi yang tejadi pada penyakit rematik, dapat mempengaruhi kualitas hidup karena berimbas pada terganggunya aktivitas sehari-hari seperti berjalan, menulis, memasak ataupun aktivitas lain yang melibatkan persendian tangan dan kaki.

Hingga kini penyebab penyakit rematik belum diketahui, tetapi faktor genetik dipercaya memiliki peran dalam timbulnya penyakit ini.

Faktor risiko yang meningkatkan kemungkinan seseorang mengalami penyakit rematik antara lain jenis kelamin wanita, usia lanjut, riwayat keluarga dengan keluhan nyeri sendi, kebiasaan merokok, kegemukan (obsesitas), penggunaan sendi yang berlebihan oleh karena pekerjaan atau aktivitas sehari-hari.

Untuk mendiagnosis seseorang terkena penyakit rematik, dokter akan melakukan wawancara medis, pemeriksaan fisik serta serangakaian pemeriksaan meliputi tes darah, foto rontgen, CT Scan, MRI pada sendi dan tulang jika diperlukan.

Pengobatan untuk penyakit rematik biasanya berfokus untuk menurunkan dan menghilangkan peradangan yang terjadi, untuk meningkatkan kualitas hidup.

Penyakit ini tidak dapat disembuhkan secara total. Pengobatan penyakit rematik dapat dibagi menjadi tiga cara yaitu dengan pemberian obat-obatan medis, rehabilitasi medik seperti latihan fisik, terapi panas, serta terapi pembedahan jika diperlukan.

Karena penyebab penyakit rematik ini belum dapat dipastikan, hingga kini tindakan untuk mencegah penyakit inipun belum diketahui secara pasti.

Tetapi beberapa literatur menyatakan rutin berolahraga dengan intensitas ringan hingga sedang dengan jenis olahraga yang tidak terlalu membebani sendi seperti berenang, bersepeda, berjalan kaki, yoga dengan durasi 30 sampai 45 menit per hari serta menurunkan berat pada penderita penyakit rematik dengan obesitas cukup membantu mengurangi gejala dan tingkat keparahan penyakit rematik.

Sangat penting untuk mengenali tanda dan gejala penyakit rematik seperti yang sudah dijelaskan diatas. Agar dapat segera diobati dan tentunya untuk mencegah komplikasi dikemudian hari.

Penulis adalah dokter umum di RS Ibnu Sina Jakarta.

Ditinjau oleh: Sevianto Pakiding

(Opini merupakan pendapat atau gagasan penulis yang dikirim ke Redaksi Seputar Papua. Keseluruhan tulisan/konten menjadi tanggungjawab penulis)

Tanggapi Berita ini

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.