Pemkab Puncak Jaya Perpanjang Masa Penutupan Akses Keluar Masuk Hingga Dua Pekan

RAPAT | Rapat terbatas Pemerintah Kabupaten Puncak Jaya dengan Forkopimda di Aula Kantor Bupati Puncak Jaya. (Foto: Humas Puncak Jaya)
RAPAT | Rapat terbatas Pemerintah Kabupaten Puncak Jaya dengan Forkopimda di Aula Kantor Bupati Puncak Jaya. (Foto: Humas Puncak Jaya)

JAYAPURA | Pemerintah Kabupaten Puncak Jaya, Papua, memutuskan untuk menambah waktu penutupan akses masuk maupun keluar selama dua minggu kedepan hingga 18 April 2020.

Sebelumnya keputusan tersebut dilakukan sejak tanggal 23 Maret hingga 04 April.

Keputusan perpanjangan ini diambil oleh Bupati Yuni Wonda usai melakukan rapat terbatas dengan Tim Gugus Tugas Penanganan dan Pencegahan Covid 19 di Kabupaten Puncak Jaya.

Bupati Puncak Jaya, Yuni Wonda mengungkapkan, penambahan waktu penutupan akses masuk maupun keluar dari Kabupaten Puncak Jaya diambil karena hingga saat ini jumlah kasus virus corona atau COVID-19 di Papua terus bertambah.

“Keputusan ini kita ambil karena hingga saat ini jumlah kasus positif COVID-19 di Papua terus bertambah, sehingga kita harus menutup seluruh akses masuk sehingga warga kita tidak terjangkit virus ini,” katanya dalam keterangan tertulis yang diterima Rabu (8/4) siang.

Selain itu, sejumlah kabupaten yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Puncak Jaya sudah terpapar virus corona, sehingga diinstruksikan agar perbatasan dijaga ketat oleh aparat agar tidak ada warga yang melintas masuk ke Kabupaten Puncak Jaya.

“Ada sejumlah kabupaten yang berbatasan langsung dengan kita sudah ada kasus COVID-19, sehingga ini yang menjadi pertimbangan untuk memperpanjang masa lockdown. Dimasa perpanjangan ini kita instruksikan agar akses masuk udara dan darat diperketat, sehingga kalau ada orang yang masuk wajib diisolasi,” jelasnya.

Bupati Yuni Wonda mengapresiasi dan berterima kasih kepada masyarakat yang telah mendukung pemerintah selama penutupan akses tahap pertama yang berlangsung sejak 23 Maret – 4 April 2020.

“Keputusan yang kita ambil adalah yang pertama di Indonesia. Terimakasih kepada semua elemen yang telah mengambil bagian sehingga kita masih berada pada zona hijau COVID-19,” ujarnya.

Prev1 of 2

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
INFOGRAFI IGbar
BERITA TERKAITbar
BERITA VIRALbar
BERITA UTAMAbar
BERITA PILIHANbar
BERITA POPULERbar