Seorang Pemuda Ditemukan Tewas Gantung Diri di Kamar, ini Penjelasan Polisi

TUNJUK | Penyidik menunjukkan tali tambang dan ikat pinggang yang digunakan korban untuk mengakhiri hidupnya. (Foto: Ist)
TUNJUK | Penyidik menunjukkan tali tambang dan ikat pinggang yang digunakan korban untuk mengakhiri hidupnya. (Foto: Ist)

TIMIKA | Seorang pemuda bernama Saddam La Unga (21) ditemukan tewas gantung diri di dalam kamar di kediamannya di Gang Singaraja, Jalan Ahmad Yani, Kabupaten Mimika, Papua, Rabu (15/6/2022).

Kepala Satuan Reskrim Polres Mimika, Iptu Bertu Haridyka Eka Anwar, mengatakan saksi yang bernama Teopilus Rohit Tutuala yang juga rekan korban, menjelaskan sekitar pukul 14.30 WIT ayahnya mengetuk pintu lantaran hendak mengambil beras. Namun, korban tidak membuka pintu.

Saksi kemudian naik ke atas sepeda motor yang kebetulan berada di dekat ventilasi jendela, lalu mengintip ke dalam kamar. Saksi terkaget, melihat korban sudah dalam posisi tergantung pada tali ayunan yang menggantung diatas plafond.

“Saya intip lihat korban sudah gantung diri. Setelah itu saya langsung teriak ‘nenek Saddam gantung diri’, setelah itu masyarakat yang berada disekitar langsung berdatangan,” demikian keterangan saksi yang disampaikan Iptu Bertu.

Sedangkan saksi lainnya bernama Ismail La Unga yang merupakan kakak korban, juga menjelaskan bahwa, setelah mengetahui Rohit menyampaikan kalau Saddam gantung diri, Ismail lalu bergegas mendobrak pintu. Ia kemudian masuk ke kamar dan melepas lilitan ikat pinggang dileher korban dan menurunkan adiknya kemudian diletakkan di kasur.

Terkait kejadian ini, Iptu Bertu mengatakan pihaknya belum mengetahui modus sehingga korban mengakhiri hidupnya dengan cara menggantung diri.

“Belum diketahui mengapa sehingga korban nekat gantung diri,” kata Bertu.

Penyudik juga telah melakukan oleh tempat kejadian perkara (TKP) sekaligus mengamankan sejumlah barang bukti seperti ikat pinggang, tali tambang, ponsel korban juga foto copy KTP dan SKCK.

Jenazah korban kini telah dibawa ke kamar jenazah RSUD Mimika untuk tindakan visum.

Penyidik pun belum bisa membuka ponsel korban guna mengetahui komunikasi terakhir korban, lantaran ponsel korban menggunakan PIN.

“Saat ini menunggu dokter untuk dilakukan visum,” ujarnya Bertu.

 

reporter : Saldi

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.