11 Anak Muda Papua Ikut PBP Youth Entrepreneurship Freeport

11 Anak Muda Papua Ikut PBP Youth Entrepreneurship Freeport
Anak muda Papua yang mengikuti Papuan Bridge Program Youth Entrepreneurship (PBP YET) IPN PT Freeport Indonesia. (Foto: Anya Fatma/Seputarpapua)

TIMIKA | Sebanyak 11 anak muda Papua mengikuti Papuan Bridge Program Youth Entrepreneurship (PBP YET) yang diadakan PT Freeport Indonesia (PTFI) melalui Institut Pertambangan Nemangkawi.

Kegiatan dibuka Senior Vice President (SVP) Sustainable Development PTFI, Nathan Kum di Institut Pertambangan Nemangkawi, Kuala Kencana, Mimika, Rabu (17/4/2024).

Nathan Kum mengatakan, para peserta yang lolos seleksi diharapkan bisa mengikuti proses pembelajaran PBP YET dengan baik agar bisa mengembangkan keterampilan yang didapatkan di IPN.

Ia juga berharap agar IPN bisa terus mengembangkan program ini, sehingga kedepannya anak muda Papua yang mengikuti PBP YET jumlahnya semakin banyak.

“Kami manajemen Freeport juga akan terus mendukung program-program ini, agar supaya masyarakat Papua bisa bersaing dengan masyarakat yang lain,” katanya.

Ketua Panitia PBP YET, Imanuel Kafiar mengatakan, program ini adalah salah satu program pelatihan reguler yang dimiliki Institut Pertambangan Nemangkawi

Aktivitas pembelajaran PBP akan berlangsung sekitar tiga sampai empat bulan yang diikuti oleh 11 anak muda Papua yang telah mengikuti beberapa tahapan proses seleksi, yaitu tes verbal dan numerik, wawancara, kunjungan lapangan ke tempat usaha calon peserta, dan tes kesehatan yang dilakukan secara ofline untuk yang berdomisili di Mimika dan online untuk yang di luar Mimika.

Sejak awal, seleksi diikuti oleh 252 orang dan hanya 11 orang yang dinyatakan lulus diantaranya 2 peserta berasal dari suku Amungme, 3 peserta dari suku Kamoro, 1 peserta dari suku Dani, 1 peserta dari suku Damal, 1 peserta dari suku Moni dan 3 peserta dari Papua lainnya (yakni Biak, Waropen dan Raja Ampat).

“Melalui program ini, IPN terus berupaya untuk mengembangkan kapasitas generasi muda Papua semaksimal mungkin, sehingga para lulusan PBP nantinya mampu bersaing dan berprestasi di dunia kerja yang sesungsuhnya,” katanya.

Proses pembelajaran di PBP mengadopsi metode yang dinamis, dimana peserta diajarkan berbagal hal yang pada umumnya akan dijumpai dan dihadapi dalam dunia kerja, maupun usaha, seperti ketrampilan presentasi, ketrampilan computer, kemampuan berbahasa Ingris, kepimpinan, kewirausahaan, tips menghadapi psikotes dan wawancara.

Imanuel melanjutkan, Papuan Bridge Program bukan program ikatan dinas dengan institute Pertambangan Nemangkawi maupun PTFI.

“Sehingga setelah menyelesaikan program ini, para peserta dapat mendaftarkan diri ke berbagai perusahaan, organisasi, termasuk instansi pemerintahan,” tuturnya.

Untuk menunjang berjalannya program pelatihan ini, PBP YET mengadopsi materi pembelajaran dari program Dream Builder yang dibuat oleh Freeport McMoran Foundation berkolaborasi dengan Thunderbird School of Global Management dan Arizona State University (ASU).

“Dream Builder merupakan program pelatihan bersertifikasi online gratis yang telah diikuti oleh lebih dari 185ribu orang di 182 negara,” ungkapnya.

PBP YET difokuskan kepada pengembangan kapasitas anak-anak muda asli Papua yang memiliki minat dan bakat di bidang kewirausahaan. Secara spesifik tujuannya yaitu mengembangkan minat dan bakat generasi muda Papua untuk menjadi pengusaha mandiri dan berdaya saing.

Juga untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan, serta mental para generasi muda Papua untuk menjadi pengusaha yang kompeten di dunia usaha dan menciptakan agen-agen perubahan (agents of change) yang menjadi magnet, contoh dan teladan bagi generasi muda Papua lainnya untuk berani terjun ke dunia usaha.

Untuk menopang program ini, IPN juga berkolaborasi dengan seksi Pembinaan & Pengembangan UMK2, (PPUMKA) Departemen Community Economic Development (CED) yang akan bertindak sebagai instruktur dan fasilitator, dimana PUMKM-CED dinilai telah memiliki segudang pengalaman dalam mengembangkan dan membina pengusaha-pengusaha lokal asli Papua.

Salah satu Peserta PBP YET, Agatha Eva Yanusi adalah peserta yang mengikuti seleksi secara online dari Jayapura. Mahasiswa semester enam pada salah satu perguruan tinggi di Jayapura ini mengaku bersyukur bisa menjadi salah satu yang lolos dari ratusan peserta lain.

Agatha sendiri selain menjadi mahasiswa, dia juga menjalankan usaha Virgin Coconut Oil (minyak kelapa murni). Tujuannya mengikuti PBP YET ialah untuk mendapat lebih banyak ilmu tentang mengelola usaha.

“Saya ingin menjadi berkat dan menyediakan lapangan pekerjaan untuk banyak orang,” katanya.

penulis : Anya Fatma
editor : Iba

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *