35 Tahun Festival Asmat Pokman di Mata Pemerintah Kabupaten

Bupati Asmat, Elisa Kambu ditemui di sela Festival Asmat Pokman 2022. (Foto: Irsul/Seputarpapua)
Bupati Asmat, Elisa Kambu ditemui di sela Festival Asmat Pokman 2022. (Foto: Irsul/Seputarpapua)

AGATS | Festival Asmat Pokman 2022 yang digelar di Kota Agats pada 6 hingga 12 Oktober kini berusia 35 tahun penyelenggaraan.

Festival ini diprakarsai oleh Keuskupan Agats melalui penyelenggara dari tim Museum Kebudayaan dan Kemajuan Asmat.

Bupati Asmat, Elisa Kambu menjelaskan, hingga saat ini pihaknya dan Gereja sangat fokus dalam menjaga potensi budaya sebagai identitas orang Asmat.

Ia juga mengimbau agar generasi penerus seniman budaya Asmat semakin bertambah di tahun mendatang.

“Gereja dan Pemerintah beri perhatian, karena budaya harus dilestarikan. Festival ini harus berlanjut. Terutama harus ada anak-anak muda lagi (terlibat). Karena yang membedakan kita dengan orang Papua yang lain, anak bangsa yang lain melalui kegiatan ini,” kata Elisa, Sabtu (8/10/2022).

 

Sebuah patung ukiran seniman Asmat yang dinilai unggul dalam Festival Asmat Pokman 2022. (Foto: Yonri/Seputarpapua)

Bagi Pemerintah Kabupaten Asmat, kata Elisa, usia festival ini sudah cukup dewasa dan saatnya mengikuti perubahan teknologi khususnya dalam hal publikasi dan pemasaran (marketing).

Pemerintah, menurut Elisa, tidak menutup mata dan mendukung festival ini mulai beradaptasi dengan platform penyelengaraan online.

Karena harapannya, festival ini tidak hanya dikenal di Papua dan Indonesia secara luas. Namun dapat menjangkau audiens global dalam rangka memperkenalkan Budaya Asmat.

Dalam waktu yang tidak lama lagi, Kabupaten Asmat akan berpisah dari Provinsi Papua dan bergabung dengan Provinsi Papua Selatan.

Kendati ibukota provinsi di Merauke nantinya memiliki jarak dekat dengan Asmat, Elisa berharap, Asmat dan khususnya Kota Agats akan tetap menjadi tuan rumah sebagai empunya festival ini.

“Dan ini memang perlu peran Gereja dan Pemerintah untuk bersinergi mendorong, bersama-sama pelaksanaan festival ini,” pungkas Elisa.

Festival Asmat Pokman diikuti 590 seniman dan seniwati, yang terdiri dari 200 pengukir, 60 pengayam, 180 penari dan 150 perahu berpendayung.

Berbagai pameran patung, anyaman, musik, tarian, dan budaya Asmat lainnya disajikan dalam festival akbar ini. Para tamu saat ini, terpantau berdatangan dari berbagai wilayah di Indonesia serta beberapa berdatangan dari luar negeri.

 

penulis : Yonri
editor : Aditra

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *