Ini Hasil Peninjauan Venue PON oleh KONI Pusat di Mimika

Jumat, 28 Jun 2019 23:27 WIT
TINJAU VENUE PON- Wakil Ketua KONI pusat Mayjen TNI (Purn) Suwarno didampingi Sekda Mimika Marthen Paiding, Ketua Harian KONI Mimika Cessar Avianto Tunya, meninjau venue atletik di MSC, Jumat (28/6). (Foto: Sevianto Pakiding/SP)

TIMIKA | Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) pusat melakukan peninjauan kesiapan venue olahraga di Kabupaten Mimika dalam menghadapi PON XX Papua 2020 mendatang.

Wakil Ketua KONI pusat Mayjen TNI (Purn) Suwarno selaku Ketua Panitia Pengawas dan Pengarah (Panwasra) PON XX Papua, optimis Mimika bisa mengejar target kesiapan venue olahraga yang ditetapkan paling lambat Juli 2020 sudah rampung. 

"Saya optimis (siap) sampai waktu yang sudah ditentukan. Mimika akan lebih siap dan lebih baik dibandingkan kabupaten yang lain, meski masih perlu ada upaya ekstra," kata Suwarno di Timika, Jumat (28/6).

Suwarno didampingi Sekda Mimika Marthen Paiding selaku Ketua PB PON XX Papua Sub Mimika, Ketua Harian KONI Mimika Cessar Avianto Tunya, jajaran Fokopimda, mengunjungi langsung beberapa fasilitas yang akan digunakan untuk perhelatan PON di Mimika.

"Di luar klaster Jayapura, yang pertama kami kunjungi adalah Mimika karena ini merupakan klaster yang paling siap dibandingkan kabupaten lainnya," kata Suwarno. 

Klaster Mimika sendiri rencananya akan menggelar 9 cabang olahraga, yaitu golf, basket, atletik, bola tangan, yudo, futsal, panjat tebing, tenis meja, dan babak penyisihan sepak bola. 

"Sedangkan yang masih akan dibicarakan dan akan diputuskan oleh Gubernur Papua adalah biliar. Mudah-mudahan ini segera diputuskan, diharapkan di Mimikan supaya venue-nya segera disiapkan," ujar Suwarno.

Untuk venue golf dan basket di Mimika, kata Suwarno, sudah dievaluasi technical delegate dan dinyatakan memenuhi syarat, tinggal menyempurnahkan beberapa hal teknis sesuai standar masing-masing cabor.

Begitu juga dengan venue atletik di Mimika Sport Complex (MSC), antaralain arena lari memiliki 8 lintasan yang sudah memenuhi standar internasional. Venue tersebut juga meliputi arena lompat, lempar dan tolak peluru.

Ketiga venue tersebut dibangun PT. Freeport Indonesia untuk mendukung pelaksanaan PON XX, event olahraga empat tahunan terbesar di Indonesia. 

Selanjutnya, Suwarno juga meninjau lahan untuk pembangunan venue panjat tebing di tepi Jalan SP 5, berjarak sekitar 200 meter dari venue utama MSC. Arena panjat tebing telah dianggarkan Pemkab Mimika dan ditarget selesai dibangun tahun ini. 

"Lahan untuk membangun venue panjat tebing luasnya 75 x 200 meter, lebih luas dari standarnya. Tidak ada permasalahan tanah. Kami harap ini segera dibangun, karena panjat tebing ini salah satu cabor berprestasi sehingga perlu maksimal," tutur Suwarno. 

Tak jauh dari MSC, Kementerian PUPR juga telah membangun wisma atlet (rumah susun) berkapasitas 42 kamar, masing-masing kamar bisa menampung 3 atlet. Bangunan berkonstruksi tiga lantai tersebut dipastikan rampung tahun ini. 

"Ini sudah siap, tinggal penyempurnaan saja, termasuk untuk ketersediaan listrik, air dan sebagainya," kata dia.

Selanjutnnya, lapangan futsal yang masih berlokasi di Jalan SP 5, pembangunannya telah rampung 100 persen tahap pertama. Secara keseluruhan bangunan seluas 70x50 meter berkapasitas 2.000 penonton tersebut telah rampung 75 persen. 

Pembangunan venue futsal tahap pertama untuk konstruksi bangunan hingga atap, dikerjakan PT. Sumber Rejeki Pramesti bekerjasama dengan Andhika Surya Eramitra dengan total anggaran Rp58 miliar, bersumber dari APBD Provinsi Papua 2018.  

Tahap kedua tahun ini dianggarkan Rp18 miliar, berupa finishing untuk fasilitas indor seperti karpet lapangan, eksterior, sementara outdoor berupa jalan lingkar dan lapangan parkir, dikerjakan PT. Panca Duta Karya Abadi. 

"Lapangan fursal itu nanti akan digunakan juga untuk cabang olahraga bola tangan. Kontraktor optimis tahun ini juga selesai," ujar Suwarno. 

Sementara, untuk pembukaan dan babak penyisihan sepak bola rencananya akan menggunakan Stadion Wania Imipi SP 1. Namun menurut Suwarno, stadion tersebut membutuhkan pembenahan cukup berat, termasuk drainase, rumput, dan fasilitas lainnya. 

"Tapi Sekda menyatakan pembenahan itu bisa dilaksanakan. Sehingga diharapkan,  rencananya penyisihan dilaksanakan di Mimika. Nanti akan tersaring, mungkin yang lolos nanti dilanjutkan di Jayapura," katanya. 

Terakhir, venue tenis meja dan judo. Kedua cabang olahraga ini akan menggunakan gedung Eme Neme Yauware. Secara teknis, KONI menyatakan gedung milik Pemkab Mimika itu layak digunakan meski perlu dilakukan penambahan sarana yang dibutuhkan. (rum/SP)

Kategori:
Bagikan