Sempat Ditarik, Polres Mimika Kembalikan Anggota ke Tempat Tugas

Selasa, 13 Agu 2019 12:17 WIT
Kapolres Mimika AKBP Agung Marlianto (Foto: Dok SP)

TIMIKA | Setelah sempat ditarik karena alasan keamanan, sejumlah personel Kepolisian Resor (Polres) Mimika yang bertugas di daerah rawan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) dikembalikan ke tempat tugas masing-masing.

Kapolres Mimika AKBP Agung Marlianto mengatakan, penarikan personil dari Distrik Agimuga, Jita dan Jila sendiri dilakukan atas pertimbangan keamanan.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf atas penarikan personil yang dilakukan.

"Untuk daerah rawan sudah dinyatakan hijau per hari Jumat, pasca video conference dengan Kapolda. Jadi rekan-rekan kita sudah kembali bertugas seperti biasa," katanya saat diwawancara di Timika, Senin (12/8).

Tidak hanya mengembalikan personil yang ditarik, Kapolres mengaku juga akan memperkuat dengan menambah personil dari Sat Brimob.

"Sekarang ada yang sudah bertugas kita mohon untuk merapat ke TNI. Yang tergabung dalam satgas daerah rawan yang ada diatas itu Batalyon 754 dan Brigif," jelas Kapolres Agung.

Sebelumnya pada Kamis (1/8), Polres Mimika menarik anggotanya dari beberapa Polsek. Hal ini untuk mengantisipasi pergerakan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang berada dibeberapa wilayah hukum Polsek tersebut.

“Satu minggu terakhir ini, hasil dari rapat Satgas Nemangkawi memutuskan bahwa daerah-daerah yang berpotensi KKB, seperti Jila, Jita, dan Agimuga untuk anggotanya ditarik terlebih dahulu,” kata Kapolres Mimika, AKBP Agung Marlianto saat ditemui awak media di Graha Eme Neme Yauware, Kamis (1/8).

Peryataan ini menjawab peryataan beberapa anggota DPRD Mimika, yang beberapa waktu lalu melakukan kunjungan ke Distrik Agimuga. Dan mendapati bahwa Polsek di Agimuga tidak beroperasi. Sehingga semua permasalahan ditangani oleh Danramil Agimuga.

Kata Kapolres, tujuan dari penarikan anggota Polisi dari beberapa Polsek ini untuk keselamatan. Dan ada beberapa alasan bersifat teknis, yang tidak bisa dijelaskan secara umum kepada publik.

“Sementara untuk jumlah anggota Polisi dari beberapa Polsek yang ditarik, yakni Polsek Agimuga sebanyak 12 personil dan Jila sebanyak 8 personil,” katanya.

Sebenarnya, tidak hanya Jila dan Agimuga yang berpotensi adanya serangan KKB, tetapi juga terjadi di Tembagapura. Namun karena, di wilayah Tembagapura terdapat satuan tugas (satgas) Amole, Namangkawi, Nanggala, dan Belukar yang bertugas di area Tembagapura.

“Semoga keadaan cepat kondusif, sehingga kami bisa menugaskan anggota-anggota Polisi tersebut untuk bertugas di Polsek-polsek yang ditinggalkannya,” ungkapnya.


Reporter : Anya Fatma
Editor: Batt

 

Kategori:
Bagikan