Cokelat Cenderawasih dari Kampung Lembah Grime

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
Cokelat Cendrawasih produk dari Lembah Grime, Kabupaten Jayapura, Papua (Eri Sutrisno/IGID)

SENTANI | Masyarakat kampung di Lembah Grime, Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua terus mempertahankan tradisi memproduksi penganan cokelat aneka rasa.

Mereka menginginkan wilayah mereka sebagai sentra utama produksi kakao berkualitas tinggi. Pemerintah Kabupaten Jayapura siap mendukung upaya tersebut.

Sebagai salah satu program memeriahkan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX 2021 digelar Gebyar Budaya di pinggir Danau Sentani. Di sana juga digelar gerai-gerai UMKM yang menjual produk khas Papua antara lain kerajinan tangan dan kuliner. Acara itu berlokasi di Dermaga Kalkhote.

Pada Selasa sore (12/10/2021) itu di sebuah gerai di Asei Trade Center, Dermaga Kalkhote, duduk seorang perempuan Papua setengah baya menjajakan cokelat “Cenderawasih”. Sambil duduk menjaga gerainya, ia ditemani Wakil Bupati Jayapura Giri Wijayanto.

Cokelat yang ia jajakan ada yang berukuran besar dan ukuran kecil. Bentuk kemasannya halus terdiri dari kombinasi warna cokelat dan kuning. Rasanya pun sudah menyerupai cokelat buatan pabrik besar.

“Ini memang coklat hasil produksi mesin, tapi masih skala rumahan,” kata Naomi Marasian, perempuan dari Lembah Grime, Kabupaten Jayapura ini.

Produk cokelat yang Naomi tawarkan berukuran 100 gram dijual Rp60 ribu dan ukuran 40 gram dibanderol Rp25 ribu. Jenis produk lainnya dalam menjual dalam bentuk paket (satu 100 gram dan dua 40 gram) seharga Rp100 ribu. Cokelat Cenderawasih ini diproduksi oleh BUMKAM (Badan Usaha Milik Kampung) Kampung Imsar di Lembah Grime. Logo PON XX Papua 2021 juga dicetak dalam kemasannya.

Lembah Grime memang sejak zaman Belanda menjadi sentra produksi coklat. Kakao di Lembah Grime ini jenisnya lebih besar dari cokelat biasa. Sejak 12 tahun terakhir daerah ini masih menjadi penghasil coklat terbaik Papua. Tapi setelah itu, hama cokelat menyerang sehingga banyak buah cokelat rusak “membatu”.

Berita Terkait
Video Seputar Papua TV Terbaru
1/10 videos
LIVE - PENGUKUHAN EXCO DAN PELANTIKAN PENGURUS ASKAB PSSI MIMIKA PERIODE 2019-2023
LIVE - PENGUKUHAN EXCO DAN PELANTIKAN PENGURUS ASKAB PSSI MIMIKA PERIODE 2019-2023
Tuntut Pertanggungjawaban, Warga Korban Kecelakaan Tutup Jalan Cenderawasih Timika
Tuntut Pertanggungjawaban, Warga Korban Kecelakaan Tutup Jalan Cenderawasih Timika
Jelang Peparnas, Papua Siap Jadi Tuan Rumah yang Baik
Jelang Peparnas, Papua Siap Jadi Tuan Rumah yang Baik
Sukseskan Peparnas XVI Papua 2021
Sukseskan Peparnas XVI Papua 2021
Ada Joker di Laga Estafet PON XX Papua
Ada Joker di Laga Estafet PON XX Papua
Wajah di Balik Kangpho dan Drawa PON XX
Wajah di Balik Kangpho dan Drawa PON XX
Pecahkan Rekor Berusia 21 Tahun, Atina Dulang Emas Lempar Lembing Putri PON XX Papua
Pecahkan Rekor Berusia 21 Tahun, Atina Dulang Emas Lempar Lembing Putri PON XX Papua
Meski Cedera, Alvin Tehupeiory Tambah Emas untuk Maluku dari  400 M Gawang Putri
Meski Cedera, Alvin Tehupeiory Tambah Emas untuk Maluku dari 400 M Gawang Putri
Kalahkan Bali, Tim Basket Putri Jatim Raih Medali Emas
Kalahkan Bali, Tim Basket Putri Jatim Raih Medali Emas
Odekta Elvina Naibaho, Persembahkan Medali Emas Terakhirnya di PON XX Papua
Odekta Elvina Naibaho, Persembahkan Medali Emas Terakhirnya di PON XX Papua
Baca Juga