Ini Alasan YPMAK Pengadaan Perahu bagi Pokja Kampung Wilayah Pesisir

Perahu pengadaan YPMAK untuk Pokja Kampung wilayah pesisir pantai. (Foto: Mujiono/Seputarpapua)
Perahu pengadaan YPMAK untuk Pokja Kampung wilayah pesisir pantai. (Foto: Mujiono/Seputarpapua)

TIMIKA | Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) selaku pengelola dana kemitraan PT Freeport Indonesia pada tahun anggaran 2022 lalu melakukan pengadaan perahu bagi Kelompok Kerja (Pokja) Kampung wilayah pesisir pantai Mimika, Papua Tengah.

Wakil Direktur Program dan Monev YPMAK Nur Ihfa Karupukaro mengatakan, YPMAK melalui program kampung tahun 2022 lalu telah melakukan pengadaan 50 unit perahu dan motor tempel untuk Pokja Kampung wilayah pesisir pantai.

Pengadaan ini dikarenakan, Pokja Kampung wilayah pesisir pantai dihuni Suku Kamoro, yang dikenal dengan Sampan, Sungai, dan Sagu (3S).

YPMAK pun berupaya memfasilitasi masyakarat di wilayah pesisir pantai untuk moda transportasi. Hal ini juga sering disampaikan masyarakat apabila pihaknya melakukan survei ke kampung-kampung.

“Transportasi yang mereka minta ini sangat penting, karena kalau mengantar anak-anak untuk melanjutkan sekolah, maupun berobat kendalanya adalah transportasi. Oleh itu YPMAK berupaya untuk memfasilitasi untuk pengadaan perahu dan mesin tempel,” kata Nur Ihfa di Pelabuhan YPMAK, Selasa (30/1/2024).

Selain untuk kepentingan masyarakat, perahu tersebut juga dipergunakan untuk operasional Pokja Kampung dalam mengelola dana program kampung yang diberikan YPMAK.

“Untuk program kampung di 2024, lebih kepada pemberdayaan ekonomi,” ujarnya.

Perlu diketahui, YPMAK terus berupaya memberikan motivasi dan melatih masyarakat dalam memberdayakan dan mengembangkan kampung sebagai surga.

Salah satu upaya dilakukan adalah pelaksanaan ‘Program Kampung’ yang sudah dilakukan sejak Desember 2021 lalu.

Melalui ‘Program Kampung’, YPMAK memberikan kepercayaan kepada masyarakat untuk menjadi subyek (pelaku) bukan obyek atau penonton seperti pada program-program lainnya.

Selain itu, melalui ‘Program Kampung’ diharapkan bisa memberikan tambahan penghasilan. Sehingga perekonomian masyarakat di kampung meningkat. Karenanya, diharapkan perencanaan kegiatan yang akan dilakukan untuk tahap II dan selanjutnya, masyarakat bisa melihat potensi kampung untuk bisa dikembangkan menjadi lebih baik.

Program kampung sendiri terbentuk setelah adanya perubahan status dari lembaga menjadi yayasan. Dengan berubah menjadi yayasan, YPMAK lebih kepada memberdayakan masyarakat bukan pengembangan.

Memberdayakan yang dimaksud disini adalah, bagaimana masyarakat dimotivasi dan dilatih untuk bisa memikirkan nasib dan hidup di kampung. Karena kampung itu surga bagi masyarakat.

Pada program tersebut, YPMAK tidak menurunkan program, tetapi masyarakatlah yang membuat program. Karena kalau YPMAK yang menurunkan program, maka masyarakat akan dipaksa untuk mengikuti program tersebut. Namun kalau masyarakat yang menciptakan program, maka merasa bertanggungjawab terhadap pelaksanaan program demi pengembangan kampung yang lebih baik.

Melalui ‘Program Kampung’ diharapkan mampu merubah pola pikir (Mindset). Yang dulunya memiliki rasa cemburu, curiga, iri hati, dan lainnya itu hilang. Karena masyarakat lebih memikirkan, bagaimana bisa mendapatkan penghasilan secara berkelanjutan. Serta menjadikan kampung itu menjadi surga bagi masyarakat.

penulis : Mujiono
editor : Aditra

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *