Kasus Demam Berdarah di Mimika Bertambah, Penderita Banyak Usia Dewasa

RSUD Mimika Tangani 40 Kasus DBD
Ilustrasi

TIMIKA | Penderita Demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah dalam kurun waktu dua minggu belakangan hingga Kamis (8/6/2023) kembali menunjukan peningkatan.

Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Menular (P2M) Dinas Kesehatan Mimika, Kamaludin mengatakan pekan lalu tercatat ada 28 kasus baru dan pekan ini ada 14 kasus tambahan.

Kasus DBD banyak ditemukan di wilayah kerja Puskesmas Wania di Jalan Budi Utomo Ujung, Jalan Hasanuddin, SP 1 dan SP 2.

Advertisements

Jika dilihat dari sisi usia pasiennya, maka DBD menyerang semua golongan umur usia baik dewasa maupun anak-anak.

“Golongan usia pasien DBD hampir semua ada, yang paling banyak dewasa usia 19-45 tahun, tapi dari umur kurang dari satu tahun ada juga yang positif (DBD),” jelasnya saat ditemui di salah satu hotel Jalan Yos Sudarso, Kamis (8/6/2023).

Kamaludin mengatakan kasus DBD masih ditemukan di Timika karena jentik dan nyamuk aedes aegypti penyebab DBD memang ada di Mimika. Selain itu curah hujan yang tinggi dan kebiasaan masyarakat menampung air yang menjadi sarang nyamuk menyebabkan angka kasus meningkat.

“Untuk memutus rantai DBD perlu menetapkan 3M. menguras, menggubur, dan menutup tempat penampungan air. Nyamuk aedes senang bertelur di penampungan air yang bersih jadi bisa lakukan hal itu (3M),” katanya.

Jika merasakan adanya gejala DBD, Kamaludin menyampaikan untuk segera mengunjungi fasilitas kesehatan.

“Kalau demam minum obat penurun panas, dikompres. Kalau memang tidak bisa ditangani di rumah segera bawa ke Puskesmas atau rumah sakit,” umgkapnya.

Sementara itu, per Juni tanggal 5-7 2023, total kasus DBD di Kabupaten Mimika tercatat 379 kasus, angka tersebut meningkat dari laporan pada 29 Mei-4 Juni 2023 yang tercatat 365.

Advertisements
penulis : Charlan Biru

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tinggalkan Balasan