Keluarga Korban Pelecehan Seksual Tuntut YPMAK Putus Kerjasama Yayasan Lokon

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
ASPIRASI | Massa dari keluarga dan kerabat korban pelecehan seksual dan kekerasan menyampaikan aspirasi di Kantor YPMAK, jalan Yos Sudarso, Timika, Senin (15/3/2021). (Foto: Saldi/Seputarpapua)
ASPIRASI | Massa dari keluarga dan kerabat korban pelecehan seksual dan kekerasan menyampaikan aspirasi di Kantor YPMAK, jalan Yos Sudarso, Timika, Senin (15/3/2021). (Foto: Saldi/Seputarpapua)

TIMIKA | Ratusan massa keluarga korban bersama sejumlah tokoh masyarakat mendatangi Gedung 3-4 Yayasan Pengembangan Masyarakat Amungme Kamoro (YPMAK), di Jalan Yos Sudarso, Mimika, Papua, Senin (15/3/2021).

Kedatangan mereka untuk menindaklanjuti kasus yang terjadi di lingkungan sekolah berpola asrama di Timika. Dimana, terdapat puluhan anak menjadi korban kasus pelecehan seksual dan kekerasan.

Massa menyampaikan empat poin tuntutan, yaitu meminta agar sementara waktu aktivitas di sekolah asrama dihentikan dan YPMAK segera mencabut kerjasama dengan Yayasan Pendidikan Lokon (YPL).

Selanjutnya, mengharuskan adanya tim pencari fakta yang benar-benar netral untuk mengawal proses investigasi atas kasus kekerasan seksual dan kekerasan terhadap anak di asrama itu.

 

 

Melakukan trauma healing terhadap anak-anak yang menjadi korban. Serta meminta agar penegak hukum memberikan hukuman seberat-beratnya kepada pelaku DFL (30) yang saat ini di Kepolisian melakukan tindakan pelecehan seksual dan kekerasan terhadap 25 anak.

Setelah penyampaian aspirasi oleh perwakilan massa, Direktur YPMAK Vebian Magal, menyatakan aspirasi secara lisan tersebut telah diterima. Namun, pihaknya perlu menerima perwakilan keluarga korban dan tokoh untuk berdiskusi lebih mendalam.

“Semua aspirasi secara lisan itu saya terima. Tapi bapak ibu semua harus mengerti, kita akan bertemu dengan keluarga korban dan tokoh saja untuk diskusikan soal ini. Tidak bisa semuanya, karena ruangan diatas itu terbatas,” kata Magal.

Saat ini, pertemuan sementara disiapkan oleh pihak YPMAK untuk mendiskusikan hal-hal yang dianggap penting demi kelanjutan pendidikan anak-anak Amungme-Kamoro di Sekolah Asrama Taruna Papua.

Reporter: Saldi
Editor: Sevianto
Berita Terkait
Baca Juga