Massa Tuntut Kembalikan Suara Caleg Frans Hey, “Kami Merasa Tersingkir”

Sejumlah massa pendukung dan Calon Legislatif (Caleg) dari Partain PDIP menggelar aksi demo di depan LPP RRI Nabire (Foto: Christian Degei/Seputarpapua)
Sejumlah massa pendukung dan Calon Legislatif (Caleg) dari Partain PDIP menggelar aksi demo di depan LPP RRI Nabire (Foto: Christian Degei/Seputarpapua)

NABIRE | Massa pendukung bersama salah satu Calon Legislatif (Caleg) dari partai Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) atas nama Frans Hey dari menggelar aksi demo di depan LPP RRI Nabire, Papua Tengah, Sabtu (9/3/2024).

Saat ini Aula LPP RRI Nabire dipilih sebagai tempat pelaksanaan Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi dan Penetapan dan Perhitungan Hasil Perolehan Suara Pemilu 2024 tingkat Provinsi Papua Tengah.

Terlihat dalam aksi demo ini, massa membentangkan spanduk bertuliskan “Satu Kursi PDIP Dikembalikan Ke Orang Asli Suku Wate”.

Tokoh Pemuda, Yosran Waray menyampaikan, aspirasi yang disampaiakan merupakan murni perjuangan hak sulungan masyatakat suku adat Wate.

“Inilah aspirasi kami sebagai anak asli atas hak sulungan. Kami rasa tersersingkirkan dalam berbagai hal termasuk politik,”ujar Yosran kepada wartawan, di Nabire, Sabtu (9/3/2024).

Untuk itu, KPU Provinsi dan KPU Nabire merevisi dan meninjau kembali setiap pleno penetapan yang dilalui karena diduga suara milik Frans Hey dari PDIP dialihkan.

“Kami tersingkirkan dan selalu dianaktirikan. Oleh karena itu, kami minta ibu ketua KPU Papua Tengah harus beraudiensi dengan kami hari ini. Karena suara Frans Hey hilang dan kami minta harus dikembalikan,”tegas dia.

Sesuaikan ketetapan penyelenggara, pembangian kursi DPR Provnis, masing-masing kabupaten mendapatkan 6 kursi. Namun suara milik Frans Hey dari suku Wate tidak masuk dalam deretan nama terpilih.

“KPU harus kembalikan hak suara kami. Jangan alihkan suara kami, segera kembalikan. Suara milik Frans Hey harus dikembalikan,”mintanya.

Pantauan seputarapapua, massa dan Caleg dipertemukan dengan Kapolres Nabire, kepolisian mengarahkan bertemu dengan ketua KPU Papua Tengah tetapi awak media tidak dizinkan masuk.

penulis : Christian Degei
editor : Iba

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *