Mencoba Menyelesaikan Masalah Pengangguran

Mencoba Menyelesaikan Masalah Pengangguran
Pencaker mamadati pameran dan bursa kerja 2023 yang digelar Disnakertrans dan ESDM Papua Tengah di Halaman Hotel Horison Ultima Timika. (Foto: Fachruddin Aji/Seputarpapua)

TIMIKA | Masalah Pengangguran memang menjadi momok bagi generasi muda saat ini terutama mereka yang berada di Kabupaten Mimika.

Meskipun berada di wilayah perusahaan tambang emas terbesar di Indonesia, nyatanya tidak menjamin ketersediaan lowongan kerja bagi tenaga kerja lokal.

Pemerintah Provinsi Papua Tengah menggelar Pameran dan Bursa Kerja 2023 yang digelar di Hotel Horison Ultima Mimika, yang dimulai dari tanggal 7-9 November 2023.

Hasilnya menurut Sekretaris Disnakertrans dan ESDM Provinsi Papua Tengah Gunawan Iskandar saat ditemui wartawan di Hotel Horison Ultima Mimika, Kamis (9/11/2023), tercatat ada 8.000 orang yang datang mendaftar baik mereka yang proses mencari kerja, atau pun mereka yang ingin memperbaiki nasib dari pekerjaan sebelumnya.

Ironisnya, meskipun sekian ribu pendaftar hadir, hanya 478 lowongan kerja yang disiapkan.

Gunawan menegaskan, pihaknya akan terus memantau pencari kerja yang berhasil mengisi lowongan kerja dalam kegiatan yang tercatat sebanyak 478 lowongan kerja, hingga diangkat sebagai pekerja tetap.

“Jadi 2 bulan atau 3 bulan terakhir jadinya seperti apa? Apakah sudah di training?, sampai mereka (pencaker) diterima,” tuturnya.

Gunawan mengungkapkan, ada sekitar 6.000 karyawan tetap di PT Freeport Indonesia, sementara 23.000 ada sub kontraktor. Jika dalam setahun ada pengurangan di PTFI dari jumlah pensiun, maupun yang mengundurkan diri maka akan menjadi kesempatan bagi tenaga kerja lokal untuk mengisi.

“Data yang berkurang itu, kita harus masukan lagi, ada juga proyek-proyek baru PTFI yang membutuhkan tenaga kerja, contoh reklamasi, tergantung job yang dibuka oleh PTFI,” ujarnya.

Gunawan menyebut, data 8.000 orang yang mendaftar dalam bursa kerja akan menjadi dasar data bagi pihaknya untuk nanti menyalurkan tenaga kerja.

“Tidak menutup kemungkinan juga seumpama data ini menjadi database, ketika Freeport bilang ada pengurangan, kami butuh sekitar 100 untuk sub kontraktor, data itu yang akan kami sodorkan, silahkan panggil, lakukan wawancara,” jelasnya.

Untuk menjamin penyerapan tenaga kerja lokal, Gunawan menyebut pihaknya tidak akan menandatangi surat izin kebutuhan tenaga dari luar provinsi sebelum tenaga kerja lokal diakomodir.

“Ada aturan main dalam Depnaker bahwa untuk kebutuhan (tenaga) dari luar provinsi harus ada tanda tangan pemerintah (provinsi),” terangnya.

Gunawan menyebut, sebenarnya ada lowongan kerja yang begitu terbuka lebar, yakni Smelter yang dibangun PTFI di Gresik. Ia mengklaim jika hingga saat ini belum pernah sekalipun pengiriman tenaga kerja lokal ke Gresik.

“Itu ada harusnya, karena sumber daya nya ada disini,” tegasnya.

Ditanya soal kemungkinan lain menggurangi pengangguran, melalui Balai Latihan Kerja (BLK) yang masih belum tersedia, Gunawan mengatakan ada konsultan pelatihan kerja dan kontraktor pelatihan yang membantu.

“Buka dulu saja ruang (lapangan kerja),” tegasnya.

Selain PT Freeport Indonesia, solusi lain yang bisa dilakukan pemerintah provinsi maupun kabupaten adalah dengan membuka ruang investasi baru.

“Jika mengharapkan PT Freeport saja itu sangat kecil dibutuhkan (tenaga kerja), tetapi kalau membuka investasi baru yang bisa dikembangkan disini, contohnya memanfaatkan tailing, ada juga pasir besi,” ungkapnya.

Terlepas dari itu, pemerintah juga bisa melatih anak-anak muda menjadi seorang enteprenuer atau pengusaha, sehingga bisa membuka lapangan kerja.

penulis : Fachruddin Aji
editor : Aditra

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *