Pantau Mahasiswa Beasiswa di Unika Semarang, Ifha Karupukaro: Manfaat Kuota Sebagai Peluang

Program Perencanaan dan Monev YPMK Nur Ihfa Karupukaro memimpin rapat monitoring bersama Universitas Katolik Soegiapranata di Semarang, Jumat (23/9/2022). (Foto: Yonri/Seputarpapua>
Program Perencanaan dan Monev YPMK Nur Ihfa Karupukaro memimpin rapat monitoring bersama Universitas Katolik Soegiapranata di Semarang, Jumat (23/9/2022). (Foto: Yonri/Seputarpapua>

SEMARANG | Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK), pengelola dana kemitraan PT Freeport Indonesia berkunjung ke Universitas Katolik Soegiapranata, Semarang, Jawa Tengah guna memantau dan mengevaluasi perkembangan studi peserta beasiswa, Jumat (23/9/2022).

Kedatangan Tim Monev YPMAK diterima Koordinator pendampingan mahasiswa Amor, Marlon Leong dan Koordinator Non Akademik Albertus Istiarto.

Dijelaskan Marlon, perkembangan studi mahasiwa dinilai cukup baik. 60 persen di antaranya mencatat perkembangan yang positif.

“Sekarang kami dorong Simon segera selesai, sebelumnya Engelbertus lulus duluan bulan April lalu. Semester ini kami sudah mulai ketat. Mahasiswa akan kami evaluasi. Dari yang kami damping 60 persen sudah bagus. Sisa 2 mahasiswa yang perlu pendampingan khusus. Kami atur jadwal supaya tidak bertabrakan,” terangnya.

Menurut Marlon, kendala terbesar dalam pendampingan ini yakni terdapat mahasiswa yang kesulitan belajar. Bahkan di antaranya ada yang menyerah.

“Semester ini akan dilakukan pendampingan khusus. Ada juga yang pulang Maria Elizabeth Mamiri dan Deikme. Khusus Deikme akan dikembalikan semester ini. Yustinus Ain pulang tidak kembali. Pindah dari Unika ke Untak, kami sudah putus beasiswa sejak bulan Januari lalu. Yang baru Fakultas kedokteran atas nama Romeo Yoakim Sani,” beber Marlon.

 

Foto bersama tim YPMAK bersama tim Universitas Katolik Soegiapranata usai pertemuan monitoring dan evaluasi di Semarang, Jumat (23/9/2022). (Foto: Yonri/Seputarpapua)

 

Saat ini terdapat 13 mahasiswa yang menuntut ilmu di Unika Soegiapranata. Dua diantaranya sudah drop out karena dinilai tidak dapat menyelesaikan studi sesuai standar pendidikan.

“Tersisa 11 orang, angkatan 2019, angkatan 2021 ada satu orang dan angkatan 2022 ada satu orang,” ujarnya.

Menanggapi masalah ini, Wakil Direktur (Wadir) Program Perencanaan dan Monev YPMK Nur Ihfa Karupukaro mengemukakan akan semakin mempertegas aturan dan pedoman penerima beasiswa.

Menurut Ihfa hal ini harus dilakukan agar para mahasiswa tidak meremehkan beasiswa yang sudah diberikan. Mengingat kuota yang diberikan terbatas pada 3000 pelajar dan mahasiswa di seluruh Indonesia.

“Saya geram sekali kalau masih ada anak-anak kita yang tidak memanfaatkan peluang ini baik-baik. Padahal adik-adik mereka masih ada yang belum mendapat kesempatan yang sama,” pungkas Ihfa.

 

reporter : Yonri

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.