Pengantin Baru di Mimika Dapat Paket ‘3 in 1’ dari Pemerintah

SERAHKAN | Wakil Bupati Mimika Johannes Rettob saat menyerahkan paket '3 in 1' kependudukan kepada salah satu pasangan pernikahan. (Foto: Mujiono/Seputarpapua)
SERAHKAN | Wakil Bupati Mimika Johannes Rettob saat menyerahkan paket '3 in 1' kependudukan kepada salah satu pasangan pernikahan. (Foto: Mujiono/Seputarpapua)

TIMIKA | Mulai saat ini pengantin baru di Mimika akan mendapatkan paket ‘3 in 1’ dari pemerintah daerah.

Paket ini didapatkan setelah dilakukan penandatanganan kerjasama antara Kantor Kementerian Agama dan Dinas Kependudukan Catatan Sipil (Dukcapil) Mimika, dalam program ‘KANDA SIP’ (Kementerian Agama-Dukcapil Mimika Sistem Integrasi Pelayanan).

Penandatanganan kerjasama dilakukan di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Mimika, Papua, pada Kamis (2/9/2021) yang juga dihadiri Wakil Bupati Mimika Johannes Rettob.

Ada tiga hal yang menjadi fokus utama, yakni intergrasi pelayanan Sistem Informasi Manajemen Nikah (SIMKAH) dan Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK).

Melalui akses ini, pengantin baru langsung mendapatkan paket ‘3 in 1’ (dapat 3 kartu kependudukan dalam 1 kepengurusan), yakni buku nikah atau kartu nikah, eKTP pasangan suami-istri dan kartu keluarga (KK).

Kedua adalah, melalui kerjasama ini akan terjalin Integrasi Layanan Sistem Komunikasi Haji Terpadu (Siskohat) bagi jamaah haji dengan Layanan Adminduk Dukcapil. Ketiga adalah, adanya sinkronisasi data umat bersama di Kabupaten Mimika menuju Satu Data Mimika untuk lndonesia.

Kepala Kantor Kemenag Mimika Uttler Adrianus mengatakan, ‘KANDA SIP’ merupakan kerjasama dalam pelayanan yang diintegrasikan dari sisi data kependudukan. Hal ini juga mendukung program Pemkab Mimika, yakni smart city. Dharapkan adanya inovasi-inovasi dalam rangka pelayanan kepada masyarakat.

Selain itu, kerjasama ini terjalin, karena banyak masyarakat yang menikah tetapi tidak tercatat di catatan sipil. Hal ini terjadi, karena situasi dan jarak yang membuat orang enggan melakukan kepengurusan di Dinas Dukcapil.

“Dengan ‘KANDA SIP’ lebih memudahkan masyarakat dalam mengurus administrasi kependudukan setelah menikah. Karena tidak perlu repot lagi mengurus administrasi kependudukan,” katanya.

Kerjasama ini juga untuk memvalidasi data kependudukan. Karena selama ini, banyak data yang tidak akurat.

Karenanya, ketika melakukan pernikahan, kepala KUA akan mengupload data di sistem, kemudian Dukcapil akan melakukan verifikasi sehingga data itu akurat.

“Melalui jalinan kerjasama ini diharapkan data pernikahan di catatan sipil dan Kementerian Agama bisa mendekati unsur kebenarannya. Serta bisa membahagiakan masyarakat,” ujarnya.

Sementara Kepala Dinas Dukcapil Slamet Sutejo mengatakan, kerjasama yang dibangun ini sesuai dengan arahan Dirjen Dukcapil dan Mendagri untuk berupaya melakukan pendekatan pelayanan sebaik dan seprima mungkin.

“Tujuan pelayanan prima sendiri memberikan kemudahan. Dalam arti, yang dulunya sulit jadi mudah dan yang dulu jauh jadi lebih dekat. Dari tujuan itu, maka diperlukan inovasi-inovasi untuk pelayanan publik di Mimika menjadi lebih baik,” katanya.

‘KANDA SIP’ ini juga sebagai penerapan dari visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Mimika mewujudkan masyarakat cerdas, aman, damai, dan sejahtera.

Serta tindak lanjut penekanan dari Bapak Presiden untuk terus melakukan inovasi di era 4.0 yang sudah serba hybrid dan cepat.

Namununtuk pelaksanaan inovasi itu pihaknya tidak bisa kerja sendirian dalam memberikan pelayanan, tetapi harus berkolaborasi dengan semua pihak. Karenanya Disdukcapil kerjasama dengan Kemenag untuk melayani masyarakat melalui ‘KANDA SIP’.

“Program ini terwujud berkat komunikasi dan koordinasi yang dibangun kurang lebih satu minggu kemarin. Diharapkan, sinergitas ini bisa dilakukan di instansi lain untuk terus mengembangkan pelayanan kepada masyarakat,” ungkapnya.

Wakil Bupati Mimika mengapresiasi kerjasama untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Ini juga menunjukkan bahwa di era digital, semua bisa dilakukan dengan mudah melalui inovasi-inovasi dan tidak memerlukan biaya yang besar. Terbukti Kemenag dan Disdukcapil dalam 1 minggu mampu berinovasi seperti ini.

“Kedepan, dinas-dinas lainnya juga mengikuti baik vertikal maupun di Mimika sendiri. Karena ini semua bertujuan memberikan pelayanan kepada masyarakat yang baik,” tuturnya.

penulis : Mujiono
editor : Mish

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *