Tanamkan Jiwa Enterpreneurship, Siswa-siswi SATP Panen Perdana Pertanian Modern Hidroponik

Tanamkan Jiwa Enterpreneurship, Siswa-siswi SATP Panen Perdana Pertanian Modern Hidroponik
Nampak siswa-siswi SATP saat memanen pakcoy hasil pertanian modern hidroponik. (Foto: Mujiono/Seputarpapua)

TIMIKA | Sekolah Asrama Taruna Papua (SATP) terus mengembangkan potensi peserta didiknya untuk terus berkarya dan berinovasi.

Setelah mengembangkan eco enzim, kini SATP mengembangkan pendidikan enterpreneurship kepada anak didiknya yang berupa sistem pertanian modern hidroponik.

Pendidikan enterpreneurship berupa sistem pertanian modern hidroponik merupakan kerjasama antara SATP dengan PT Namo Jaya.

PT Namo Jaya yang dipimpin Octo Magai bergerak dalam bidang agrobisnis dengan memanfaatkan sistem pertanian modern hidroponik di Jalan Agimuga, Mile 32, Mimika, Papua Tengah.

Selama kurang lebih 1 bulan, kini siswa-siswi SATP panen perdana sayur-sayuran hasil pertanian modern hidroponik. Panen perdana dipusatkan di kompleks SATP, Rabu (22/11/2023) ditandai dengan pemotongan sayuran pakcoy.

Kepala UPT Pendidikan Enterpreneurship SATP Elpianus Paat mengatakan, UPT enterpreneurship dibentuk karena melihat latar belakang masyarakat atau anak-anak Papua secara umum mengumpulkan makanan, meramu, dan juga hanya menghabiskan dalam sehari saja.

Dengan UPT enterpreneurship bisa memberikan 1 pemahaman baru bahwa ada investasi ke depan. Dalam arti, segala sesuatu yang diproduksi tidak hanya dihabiskan sekali dalam sehari, tapi juga untuk investasi.

“Melalui sistem pertanian modern hidroponik bisa menjadi bagian dari investasi anak-anak ke depan. Yangmana, mereka belajar untuk tidak hanya puas dengan kebutuhan atau pengetahuan sesaat saja. Namun juga untuk pengembangan, baik pengetahuan teori, tetapi juga karakter,” katanya.

Kata dia, apabila jiwa enterpreneurship diterapkan dalam kehidupan mereka, maka anak-anak ini mampu membiayai hidup. Bukan saja untuk mereka, tetapi juga keluarga bahkan untuk masyarakat. Karenanya yang mengikuti pendidikan enterpreneurship, mulai kelas 4, 5, dan 6 SD. Serta kelas 7 dan 8 SMP.

“Hasil dari pendidikan di UPT enterpreneurship, hari ini kami melaksanakan syukuran panen pertama, dengan memanen pakcoy. Syukuran ini sebagai bentuk yang syukur kepada Tuhan,” ujarnya.

Pelaksanaan pendidikan enterpreneurship di SATP mendapatkan dukungan dari Direktur PT Namo Jaya, Octo Magai yang sudah menjadi donatur utama dalam pelaksanaan sistem pertanian modern hidroponik.

Kerjasama dengan PT Namo Jaya tidak hanya pada pelaksanaan penanaman hidroponik. Tetap juga berkaitan dengan pemanfaatan atau pemasarannya.

“Namun, pemasaran bukan menjadi tujuan utama dari kegiatan. Tetapi pendidikan enterpreneurship yang diberikan kepada para peserta didik itulah yang utama,” ungkapnya.

 

Sementara Direktur PT Namo, Jaya Octo Magai mengatakan, yang melatarbelakangi dirinya memberikan dukungan kepada SATP adalah, pada saat dirinya datang ke sekolah untuk pertama kalinya, melihat tempat praktek hidroponik dengan menanam kangkung.

Kemudian, dirinya sampaikan kepada Kepala SATP siap membantu anak-anak belajar hidroponik. Dari hal itu, disambut baik oleh pihak sekolah.

“Dukungan terhadap pelaksanaan hidroponik, agar anak-anak yang berjumlah 1000 lebih memiliki jiwa enterpreneurship. Sehingga kedepannya anak-anak memiliki wawasan dan pengetahuan, yang nantinya dan diharapkan bisa menjadi wirausahawan dengan hidroponik ini,” ujarnya.

Kalau sudah menjadi wirausahawan, khususnya pertanian modern hidroponik mereka kedepannya bisa mempekerjakan banyak orang. Seperti dirinya yang sudah mempekerjakan 100 orang.

“Selama 8 tahun saya usaha hidroponik banyak orang yang bisa dibantu. Inilah harapan saya, agar anak-anak memiliki jiwa enterpreneurship kedepannya,” ujarnya.

Sementara Wakil Kepala Perwakilan Bidang Sekolah dan Asrama YPL Oktavianus Rori mengatakan, enterpreneurship bisa membantu peserta didik menjadi anak muda yang berkreasi dan berinovasi. Menyangkut proses dan lainnya bisa dilatih sebaik mungkin.

“Sebagai generasi emas Papua kami berharap ilmu enterpreneur ini bisa menjadi inovasi bagi anak-anak untuk terus berkarya dan berkembang,” ujarnya.

Perlu diketahui SATP sendiri dikelola oleh Yayasan Pendidikan Lokon (YPL). Dimana YPL merupakan mitra pendidikan dari Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) pengelola dana kemitraan PT Freeport Indonesia.

penulis : Mujiono
editor : Aditra

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *