Wakil Bupati: Keterbatasan Obat Malaria DHP Frimal Bukan Hanya di Mimika

Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob. (Foto: Kristin Rejang/ Seputarpapua)
Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob. (Foto: Kristin Rejang/ Seputarpapua)

TIMIKA | Stok obat Dehidro Artemisinin Piperaquine (DHP) Frimal (obat biru) untuk Malaria kini terbatas. 

Wakil Bupati Mimika Johannes Rettob mengatakan, keterbatasan obat malaria Primaquine bukan hanya terjadi di Mimika, tetapi di seluruh Indonesia. 

“Pemerintah Indonesia lagi serius untuk menangani Malaria. Memang kita di Timika, kita penyumbang di Papua kurang lebih 30 persen, lalu Papua menyumbang ke Indonesia 42 persen kasus, dan kita (Timika) terbanyak sumbang Malaria,” kata John ketika diwawancarai di Kantor Distrik Kuala Kencana, Jumat (3/6/2022).

John yang juga Ketua Malaria Center Kabupaten Mimika ini menyebut, langkanya obat Malaria berjenis DHP Frimal karena bahan baku untuk pembuatan obat terbatas yang dikirim dari luar negeri.

“Memang pabrik juga tidak produksi, sehingga kami lagi cari beberapa solusi sebelum obat Malaria datang,” jelasnya.

Saat ini kader-kader Malaria yang ada di setiap kampung, menurut John, semuanya melalukan beberapa langkah strategis dengan memberikan sosialisasi agar masyarakat gunakan kelambu anti nyamuk saat tidur.

Disamping itu, menjaga lingkungan sekitar agar tidak menjadi tempat tinggal jentik nyamuk di sampah-sampah.

Termasuk, keluar rumah di atas pukul 18.00 – 06.00 WIT. Jika keluar rumah, maka menggunakan pakaian lengan panjang.

Selain itu, lanjut John, rumah yang sudah ada ventilasi sebaiknya dipasang jaring nyamuk supaya nyamuk tidak mudah masuk ke dalam rumah.

“Kalau keluar rumah jangan diatas jam 6, soalnya jam 6 malam sampai 6 pagi itu nyamuk Anopheles itu dia saatnya disitu. Jadi kalau keluar pakai lengan panjang, atau obat anti nyamuk,” kata John.

John menambahkan, di pelayanan kesehatan, penguatan dalam diagnosa dan pemberian pengobatan yang dilakukan harus dengan memberikan edukasi terus menerus. Termasuk dalam pemantauan obat dilakukan secara ketat.
John pun meminta masyarakat jangan terlalu khawatir atas keterbatasan obat malaria DHP Frimal.

“Masyarakat jangan terlalu khawatir yang kita kekurangan cuma obat malaria biru. Tapi begitu dikasih obat kina, obat yang terkait dengan malaria tolong diminum sampai habis,” pungkas John.

 

reporter : Kristin Rejang
editor : Aditra

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.