YPMAK Punya Kebijakan Baru Soal Peserta Besiswa Tingkat Pelajar

Wakil Direktur Program dan Monev YPMAK Nur Ihfa Karupukaro. (Foto: Mujiono/Seputarpapua)
Wakil Direktur Program dan Monev YPMAK Nur Ihfa Karupukaro. (Foto: Mujiono/Seputarpapua)

TIMIKA | Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) pengelola dana kemitraan PT Freeport Indonesia mengeluarkan kebijakan baru terkait peserta program beasiswa, khususnya tingkat pelajar.

Untuk peserta beasiswa tingkat pelajar SMP dan SLTA kalanjutan studinya di difokuskan di wilayah Papua.

Upaya ini dilakukan untuk meningkatkan pendidikan di Papua. Terlebih di Papua sudah banyak sekolah-sekolah yang memiliki kualitas bagus.

Wakil Direktur Program dan Monev YPMAK, Nur Ihfa Karupukaro mengatakan, terkait dengan kelanjutan peserta program beasiswa, khususnya tingkat pelajar, tahun ini YPMAK fokus pada pesan dan intruksi pembina bahwa tingkat pelajar apabila melanjutkan studi hanya di wilayah Papua.

“Untuk tingkat SD dan SMP tetap di Timika. Sementara untuk tingkat SMA ada di Papua, namun kita arahkan kepada sekolah yang berpola asrama,”jelasnya.

Kalaupun ada lanjutan ditingkat yang berjenjang jurusan dan tidak berpola asrama, YPMAK akan melihat kembali.

“Sebenarnya keputusan pembina sudah ada sejak 2021 namun baru terlaksana baru tahun 2023,” kata Ihfa saat ditemui di di salah satu hotel di Jalan Cenderawasih, Rabu (5/6/2023).

Kebijakan baru diberlakukan kata Ihfa
agar ada perhatian orang tua, karena pelajar ini masih remaja dan memiliki kepribadian yang masih labil.

Selain itu, tujuan dari intruksi pembina adalah untuk membangun pendidikan di Papua.

“Jadi tahun ini, untuk kelanjutan ke perguruan tinggi di Papua dan di luar Papua, namun untuk pelajar harus di Papua. Apalagi kualitas sekolah di Papua sudah banyak yang bagus,” terang Ihfa.

Meski lanjutan sekolah tingkatan di Papua, namun YPMAK tetap menggunakan pola asrama, karena selain ingin anak didik mendapat pengetahun, juga harus memiliki kepribadian dan sikap yang baik agar ketika melanjutkan ke perguruan tinggi anak-anak sudah terbiasa dengan hidup mandiri.

“Dengan kata lain, ilmu yang didapat di sekolah berpola asrama itu jadi bekal untuk bisa lebih mandiri,” ujarnya.

Sementara tujuan kota studi untuk tingkat SMA adalah, Nabire, Jayapura, dan Manokwari. Di ketiga tempat tersebut, YPMAK sudah menjalin kerjasama dengan mitra-mitra pendidikan.

“Kedepan semua sekolah-sekolah bagus dibeberapa kota studi di Papua bisa dijangkau,” ujarnya.

Kepala Divisi Pendidikan YPMAK, Ferry Uamang saat ditemui di Hotel Horison Ultima Timika mengatakan, terkait dengan intruksi pembina pihaknya sudah mendatangkan mitra dari beberapa kota studi, seperti SMA Adi Luhur, Nabire, Papua Tengah. Pihaknya sudah mereka sudah melakukan seleksi terhadap anak-anak yang akan diberangkatkan atau melanjutkan studi ke Nabire.

Anak-anak yang diseleksi berjumlah 107 anak dan merupakan lulusan dari Sekolah Asrama Taruna Papua (SATP).

“Kami sudah lakukan tes ke Nabire, dan yang lolos kami siapkan untuk berangkatkan anak-anak. Begitu juga dengan Jayapura dan Manokwari,” kata Fery.

penulis : Mujiono

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *