Puskesmas Kosong Tiga Bulan, Lima Warga Jita Meninggal Dunia

Puskesmas Kosong Tiga Bulan, Lima Warga Jita Meninggal Dunia
Kepala Suku Sempan Timur Agus Otanafake

TIMIKA | Sebanyak lima warga Kampung Pece, Distrik Jita, Kabupaten Mimika, Papua meninggal dunia dalam kurun waktu tiga bulan terakhir akibat tidak mendapat pertolongan kesehatan ketika sakit.

Puskesmas Jita yang merupakan satu-satunya tumpuan masyarakat untuk mendapat perawatan kesehatan tampak sepi karena tidak adanya petugas.

“Kita kecewa dengan tidak adanya petugas kesehatan selama tiga bulan lebih ini. Ada yang sakit parah sampai meninggal itu lima orang,” kata Kepala Suku Sempan Timur, Agus Otanafake kepada seputarpapua.com di Kampung Pece Distrik Jita, Rabu (4/10/2017).

Rata-rata warga yang meninggal merupakan orang dewasa dan sebagian besar dari mereka mengidap penyakit Malaria.

Ia mengungkapkan, petugas kesehatan terakhir berada di Distrik pada saat upacara 17 Agustus 2017 lalu dan setelah itu tidak pernah terlihat lagi sampai sekarang. Sambungnya, Kepala Puskesmas juga tidak pernah menjalin komunikasi dengan masyarakat setempat.

“Mereka kalau datang itu hanya satu-dua hari saja,” ungkap Agus.

Sementara itu, Kepala Sekolah SD Inpres Jita, Juwita Bietsh mengatakan, tidak hanya warga yang sakit sampai meninggal dunia, beberapa guru yang bertugas di Kampung Pece juga sering mengalami sakit-sakitan.

“Ada memang guru-guru yang sering sakit, tapi mau bagaimana tidak ada petugas di Puskesmas dan kalau mau ke Timika juga jauh,” kata Juwita saat diwawancarai seputarpapua.com.

Juwita mengungkapkan, dirinya pernah mengikuti program kesehatan posyandu anak dan mendapatkan ilmu tentang kesehatan dan obat-obatan dari situ, sehingga bisa melayani beberapa masyarakat yang sering datang mengeluh sakit.

Lebih lanjut Juwita mengatakan, ia selalu menyiapkan persediaan obat-obatan tidak hanya untuk dirinya tetapi juga untuk masyarakat mengingat tenaga kesehatan sering tidak berada di tempat dalam waktu yang cukup lama.

“Masyarakat biasa datang minta obat kalau ada yang sakit. Malaria, ISPA, pilek, cacingan, semua obatnya ada,” tambahnya.

Salah satu warga Rosalia  mengungkapkan hal yang sama bahwa tenaga kesehatan di Puskesmas Jita memang tidak berada di tempat cukup lama.

“Pernah anak saya sakit itu saya bawa ke kampung sebelah karena disini tidak ada suster mereka,” tuturnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika ketika dihubungi seputarpapua.com melalui telepon genggam tidak menjawab. (Nft/SP)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *