Tujuh Bayi di Mimika Menderita Gizi Buruk

Tujuh Bayi di Mimika Menderita Gizi Buruk
Hudaya (Anya/SP)

TIMIKA | Untuk mengetahui gizi buruk pada anak, ada tiga indikator berdasarkan antropometri yang perlu diketahui, diantaranya berat badan per umur, tinggi badan berat badan dan panjang badan tertinggi badan. Tetapi untuk anak yang obesitas atau kegemukan biasanya digunakan indeks massa tubuh (IMT) per umur.

Demikian disampaikan Penanggungjawab Program Gizi Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Hudaya saat diwawancarai di Serayu Hotel, Timika, Jumat (20/10/2017).

 

Ia menuturkan, ada beberapa hal yang menyebabkan seseorang dapat menderita gizi buruk, yang paling utama kata dia ialah tingkat pengetahuan. Permasalahan ekonomi juga menjadi salah satu pemicu gizi buruk.

 

“Bagaimana masyarakat mengolah makanan dengan memperhatikan tingkat perilaku hidup bersih sehat,” tuturnya.

 

Hudaya, menyebutkan di tahun 2016 ada sebanyak 27 kasus gizi buruk, akan tetapi kata dia itu bukan gizi murni tetapi indikator penyerta penyakit seperti komplikasi Pneumonia dan TB.

 

“Ini belum final datanya, karena kadang teman-teman melihat itu hanya berdasarkan Keadaan fisik dan tidak berdasarkan tiga indikator tadi,” katanya.

 

Untuk tahun ini berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, jumlah kasus gizi buruk ada 7 kasus yang didata oleh Puskesmas Timika rata-rata penderitanya ialah bayi dibawah 5 tahun.

 

“Semua 100 persen ditangani, tapi ada juga yang dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah Mimika dan Rumah Sakit Mitra masyarakat (RSMM), kalau untuk masyarakat 7 suku mereka Langsung ke RSMM,” tutur Hudaya.

 

Dinas Kesehatan juga sudah melakukan tatalaksana atau pelatihan terkait gizi buruk yang mana salah satu lokasi yang dituju ialah Rumah Sakit Mitra Masyarakat dan RSUD. (Nft/SP)

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *