469 Anak Keerom Alami Stunting, Pj Gubernur Ajak ASN Jadi Orang Tua Asuh

469 Anak Keerom Alami Stunting, Pj Gubernur Ajak ASN Jadi Orang Tua Asuh
Penjabat Gubernur Papua Muhammad Ridwan Rumasukun saat meninjau anak-anak terdampak stunting di Kabupaten Keerom, Papua. (Foto: Humas Pemprov Papua)

JAYAPURA | Sebanyak 469 anak di Kabupaten Keerom, Papua dilaporkan mengalami stunting dan perlu mendapat perhatian serius pemerintah daerah.

469 anak ini tersebar di 11 distrik dan Puskesmas yang ada di Kabupaten Keerom. Terbanyak berada di Distrik Arso Barat dengan jumlah 141 anak.

Menyikapi kejadian ini, Penjabat (Pj) Gubernur Papua Muhammad Ridwan Rumasukun mengajak aparatur sipil negara (ASN) di Kabupaten Keerom untuk menjadi bapak asuh anak stunting, guna mengatasi masalah kurangnya asupan gizi dalam jangka waktu panjang di wilayah tersebut.

“Kalau bisa pak bupati (Keerom), untuk seluruh ASN di Keerom menjadi bapak asuh untuk anak yang kena stunting,” kata Ridwan saat melakukan kunjungan kerja di Puskesmas Arso Barat, Kabupaten Keerom, Rabu (8/11/2023).

Menurutnya, jika anak-anak ini dibiayai selama 6 bulan oleh ASN Pamkab Keerom, maka akan menurunkan dampak stunting.

“Kalau sekitar 400 anak mengalami stunting, mungkin 1 orang dibiayai selama 6 bulan dengan dua rak telur setiap bulannya, maka kita bisa tekan angka stunting. Kenapa kita harus lakukan ini? Karena anak-anak ini yang diharapkan jadi generasi penerus pembangunan di 2045 mendatang,” tegas Rumasukun.

Untuk itu, mantan Sekda Papua ini meminta dukungan seluruh masyarakat di Keerom, karena penurunan stunting harus dilakukan secara bersama-sama, mesti ada kolaborasi dan tidak bisa sendiri-sendiri.

“Tidak hanya di stunting juga, mesti sampai pada kegiatan pendidikan. Sehingga para anak-anak ini siap menghadapi perubahan di 2045 mendatang, dengan mengisi kemerdekaan untuk mengganti kita meneruskan pembangunan,” ungkapnya.

Selain ke Kabupaten Keerom, Pj Gubernur Rumasukun juga mengunjungi Kampung Kayo Pulau, Kota Jayapura bertemu pemerintah dan masyarakat setempat.

Ia berterima kasih kepada Pemkot Jayapura yang sudah bekerja keras menurunkan angka stunting di wilayah ibukota Provinsi Papua tersebut dari angka 20 menjadi 10 persen.

“Tapi tugas kita kalau bisa stunting kita nol karena Kota Jayapura, ibukota provinsi. Memang kita dorong sejak sekarang, tapi hasilnya di 30 tahun yang akan datang. Ingat kata-kata saya, nanti ada walikota dari Kampung Kayo Pulau,” pintanya.

“Untuk itu, tidak ada cerita untuk tidak kolaborasi. Kita bisa lakukan ini, walaupun kelihatan kecil tapi kalau dilakukan bersama maka stunting bakal nol,” tambahnya.

Dalam kunjungan ke Kabupaten Keerom dan Kota Jayapura, Pj Gubernur Rumasukun juga menyerahkan bantuan paket bahan makanan, obat-obatan, buku bacaan, bibit, peralatan pengolahan serta cadangan pangan untuk keluarga dengan risiko stunting sebanyak 54 ton.

Selain itu, ada bantuan uang tunai untuk sejumlah masjid dan gereja serta paket pola hidup bersih dan sehat bagi keluarga risiko stunting.

penulis : Firga

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *