Wiranto: Situasi Papua Aman Terkendali Namun Tetap Waspada

Rabu, 09 Okt 2019 15:12 WIT
KETERANGAN PERS | Menkopolhukam Wiranto memberikan keterangan kepada wartawan di Timika, Rabu (9/10/19). (Foto: Sevianto/SP)

TIMIKA | Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto menyatakan situasi secara keseluruhan di Papua dan Papua Barat sudah kondusif meski harus tetap waspada. 

"Aman terkendali, walaupun harus tetap waspada. Tapi rata-rata memang sudah aman terkendali, dan pengendalian aparat keamanan kepolisian dibantu TNI sudah sangat baik," kata Wiranto di Timika, Rabu (9/10). 

Wiranto bersama Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian telah memantau langsung kondisi terakhir di Wamena dan Jayapura pasca kerusuhan. 

Rombongan Wiranto juga sempat bertemu dan menampung aspirasi para pengungsi dari Wamena dan Ilaga, Kabupaten Puncak yang saat ini berada di Timika. 

"Situasi di daerah yang kemarin terjadi kekacauan sudah aman, di Wamena dan juga Ilaga kita mendapat laporan sudah aman. Apalagi Jayapura, sangat-sangat aman," katanya. 

Menurut Wiranto, pemerintah berupaya meyakinkan para pengungsi bahwa situasi benar-benar sudah aman terkendali dan mereka sudah bisa kembali ke tempat semula untuk beraktivitas seperti biasa. 

"Karena kalau situasi sudah normal, sudah aman kembali, sebenarnya mereka juga ingin kembali ke pekerjaan semula," kata dia. 

Ia mengatakan, Panglima TNI dan Kapolri memberikan jaminan keamanan kepada seluruh warga dengan menambah jumlah pasukan ke daerah-daerah di Papua yang sempat dilanda kerusuhan. 

"Kami sudah bicara dari hati ke hati. Kita menambah pasukan untuk menambah kepercayaan masyarakat bahwa situasi benar-benar sudah aman," katanya. 

Menurutnya, pemerintah sebetulnya tidak memaksa masyarakat yang eksodus untuk kembali ke tempat mereka mencari nafkah. Namun, tentu saja mereka akan dipaksa oleh keadaan demi kelangsungan hidup ke depan. 

"Mereka akan dipaksa oleh keadaan untuk hidup normal kembali, bukan di tempat pengungsian," ujar mantan Panglima ABRI.

Secara khusus, lanjut Wiranto, pengungsi Ilaga yang berada di Timika ingin kembali ke sana namun untuk sementara mereka berkumpul dengan keluarga, beberapa yang kembali sementara waktu ke kampung halaman.

Warga Ilaga memilih mengamankan diri ke Timika menyusul teror penembakan yang menewaskan dua tukang ojek dan seorang penjaga kios. Kelompok bersenjata juga sempat memasuki area kota Ilaga dan membakar rumah penduduk. 

Pemerintah, tambah Wiranto, tentu saja akan membantu para pengungsi kembali ke Wamena maupun Ilaga. Saat ini, pesawat Hercules TNI AU telah mengangkut 102 pengungsi dari Jayapura kembali ke Wamena. 

Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterauw mengatakan, pelaku kerusuhan dan teror penembakan tersebut ada kaitannya dengan sidang umum PBB, dimana separatis yang menuntut referendum mencari perhatian dunia internasional.

"Pelaku adalah mereka dalam kelompok yang terorganisir, bukan masyarakat," kata Irjen Paulus Waterpauw.  


Reporter: Sevianto
Editor: Aditra

 

Kategori:
Bagikan