seputarpapua.com

Batik Air Beberkan Penanganan Penumpang yang Meninggal Rute Timika-Jakarta

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
UPBU Mozes Kilangin Semakin Menggeliat, Citilink dan Lion Air akan Masuk Timika
BANDARA – Suasana di UPBU Mozes Kilangin saat penerbangan perdana Pesawat Batik Air ke Timika. (Foto: Muji/SP)

TIMIKA | Pihak maskapai Batik Air membeberkan proses penanganan terhadap seorang penumpang mereka bernama Mesak Nawipa (20) yang meninggal dunia di atas pesawat, pada Kamis, 18 Maret 2021 dalam perjalanan Timika menuju Jakarta.

Corporate Communications Strategic of Batik Air, Danang Mandala Prihantoro dalam keterangan resminya yang diterima Seputarpapua.com, Jumat (19/3/2021), menyampaikan bahwa penanganan penumpang tersebut telah dijalankan sebagaimana standar operasional prosedur (SOP) dan pedoman protokol kesehatan.

Di mana, Batik Air dengan kode penerbangan ID-6187 telah dipersiapkan secara baik sebelum terbang, dan semua penumpang serta awak pesawat sudah menjalani pemeriksaan kesehatan Covid-19 dengan dinyatakan negatif sebelum masuk naik pesawat.

Dalam penerbangan ini, kata Danang, sebelum keberangkatan tidak terdapat tamu/penumpang yang memberikan informasi dengan kondisi tertentu yang menyangkut kesehatan, seperti misalnya sakit.

Pada penerbangan Timika ke Jakarta itu, Batik Air mengoperasikan pesawat Airbus 320-200 registrasi PK-LUZ yang telah menjalani pemeriksaan sebelum keberangkatan (pre-flight check), dan dinyatakan laik terbang dan beroperasi (airworthy for flight).

Jadwal keberangkatan Batik Air ID-6197 pada pukul 12.30 WIT (Waktu Indonesia Timur, GMT+ 09) dan diperkirakan tiba di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta pada pukul 15.00 WIB (Waktu Indonesia Barat, GMT+ 07). Di mana, Batik Air menerbangkan enam awak pesawat serta 68 penumpang.

Prosedur pengalihan pendaratan diperkirakan 120 menit setelah lepas landas dari Bandar Udara Internasional Mozes Kilangin, dan terdapat salah satu penumpang bernama Mesak Nawipa yang duduk di kursi 15D mengaku sesak dibagian dada.

“Hal itu disampaikan oleh tamu yang duduk di 15F yang meminta bantuan kepada awak kabin,” terang Danang dalam keterangan tertulisnya.

Berita Terkait
Baca Juga