Batik Air Beberkan Penanganan Penumpang yang Meninggal Rute Timika-Jakarta

UPBU Mozes Kilangin Semakin Menggeliat, Citilink dan Lion Air akan Masuk Timika
BANDARA - Suasana di UPBU Mozes Kilangin saat penerbangan perdana Pesawat Batik Air ke Timika. (Foto: Muji/SP)

Selanjutnya, pimpinan awak kabin (senior flight attendant/SFA) Syarifah Sari Dewi bersama kru kabin lainnya langsung menghampiri, guna mengetahui kondisi aktual penumpang.

Setelah mendapatkan informasi detail
dan pengamatan, SFA segera melakukan pengumuman (announcement) apakah didalam penerbangan itu terdapat penumpang yang berprofesi sebagai seorang dokter.

Beruntung di penerbangan ID-6187 terdapat tenaga medis (kesehatan), dan dengan menunjukkan identitas resmi serta tanda, dokter yang dimaksud berkoordinasi dan bekerjasama dengan awak kabin untuk menangani Mesak Nawipa.

Menurut prosedur kerja penanganan penumpang, kata Danang, awak kabin segera memberikan tabung oksigen portabel dengan tindakan melonggarkan pakaian yang mengikat, membersihkan wajah penumpang,
menyandarkan kursi serta memasangkan masker oksigen.

“Awak kabin (pramugari dan pramugara) Batik Air sudah dibekali kemampuan (keterampilan) melalui pendidikan dan pelatihan dalam menjalankan profesinya guna menjaga penumpang agar tetap aman dan memastikan semua aktivitas berjalan menurut SOP,” kata Danang.

Setiap awak kabin, kata dia, dilatih secara terampil dan mampu menangani berbagai keadaan darurat, seperti asap, penanganan barang berbahaya, ancaman bom, maupun insiden medis yang tak terduga (penumpang sakit atau melahirkan).

Para kru kabin juga berwenang dalam memastikan penumpang diizinkan terbang atau tidak, melalui pengamatan rinci (observasi) perilaku hingga bahasa tubuh penumpang yang dianggap dapat (berpotensi) membahayakan atau mengganggu kenyamanan penerbangan.

Dalam situasi seperti itu, guna memberikan pelayanan terbaik, pilot Captain Made Betha Yoga Pradnyana setelah berkoordinasi dengan awak kabin, memutuskan untuk pengalihan pendaratan (divert) ke bandar udara terdekat, yakni Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar di Maros, Sulawesi Selatan (UPG).

“Pilot menginformasikan kepada petugas lalu lintas udara dan petugas darat, dalam penerbangan terdapat satu tamu yang membutuhkan penanganan kesehatan lebih lanjut,” katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *