Cerita Atlet NPC: Pemandangan Papua Luar Biasa, Masyarakatnya Sangat Ramah

Ilustrasi | Atlet paralimpik merasa nyaman berada di venue-venue olahraga selama Peparnas XVI Papua 2021 berlangsung. (Foto: Sevianto/Seputarpapua)
Ilustrasi | Atlet paralimpik merasa nyaman berada di venue-venue olahraga selama Peparnas XVI Papua 2021 berlangsung. (Foto: Sevianto/Seputarpapua)

JAYAPURA | Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XVI telah berkahir. Pesta olahraga terbesar bagi atlet difabel yang diselenggarakan di Papua banyak menciptakan rekor baru.

Selain prestasi gemilang, banyak pula kesan yang dirasakan dari seluruh atlet selama berada di Bumi Cenderawasih.

Keindahan dan dan keramah-tamahan masyarakat Papua membuat kontingen National Paralympic (NPC) dari 33 delegasi Provinsi se Indonesia merasa nyaman.

Ini pula yang dirasakan pelatih para catur Jawa Tengah, Dina Listiani. Dirinya sangat mengagumi perilaku dari masyarakat Papua yang menurutnya sangat ramah.

“Masyarakat Papua ramah banget Mas, solanya saya kemarin ketinggalan tas di kantin (Hotel) saya sadar itu pas sorenya, tapi saya kembali tasnya ada disimpan sama orang disitu,” ujarnya.

Suasana di Papua khususnya kota Jayapura, kata Dina, benar-benar membutnya bisa beristirahat dengan tenang.

“Suasana kondusif kita bisa istirahat dengan tenang, makanan disini juga enak sesuai selera lah,” katanya.

Kesan lain dari atlet para bulutangkis Sulawesi Tenggara, Saldi, mengakui kalau keindahan kota Jayapura sangat luar biasa.

“Saya tidak sangka bisa melihat langsung keindahan di Papua selama ini cuma bisa liat di TV, tapi saya sampai disini luar biasa dan orang-orang di Papua juga semua ramah,” ungkap atlet para bulutagkis yang turun di nomor WH2 itu.

Pelatih para bulutangkis, DKI Jakarta Dimas Surya Atmaja mengatakan, selama pelaksnaan event Peparnas XVI pelayanan serta akomodasi sangat memuaskan mulai dari penjemputan para atlet.

“Kita disambut bagus, kemarin akomodasi juga. Untuk konsumsi ya, meski hari pertama agak telat tapi di hari kedua dan seterusnya itu lancar semua,” kata Dimas.

Pelayanaan tuan rumah Peparnas XVI dalam hal transportasi dan konsumsi juga dirasakan Purwadi. Atlet para bulutangkis Jawa Tengah itu mengaku masyarakat Papua sangat sopan.

“Untuk pelayanan itu ramah sekali dan sangat sopan melayani kita, setiap kalau kita ketemu pasti disapa,” akunya.

Peraih emas di nomor WH1 kelas nasional para bulutangkis itu bahkan berkeinginan bisa kembali ke Papua.

“Saya berkeinganan kembali ke Papua, tapi waktunya belum tau tapi saya ingin kembali kesini, Papua sangat luar biasa. Ada sesuatu yang terpendam lah di Papua,” kata Pur sapaan akrabnya.

Peparnas XVI diikuti 3.500 atlet dan memperebutkan Total ada 861 emas, 861 perak, dan 1.090 perunggu melalui 640 nomor perlombaan dari 12 cabor yang dipertandingkan.

Tuan rumah Papua merebut juara umum dengan torehan 126 medali emas, disusul Jawa Barat yang juga juara umum Peparnas 2016 dengan 102 medali emas, dan Jawa Tengah di posisi ketiga dengan 88 medali emas.

reporter : Adi

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.