Dinkes dan Freeport Lakukan Riset Kesehatan Dasar di Kampung Iwaka

PERIKSA | Tenaga Kesehatan (Berkerudung) saat mengukur lingkar lengan seorang ibu hamil di Kampung Iwaka. (Foto: Kristin Rejang/Seputarpapua)
PERIKSA | Tenaga Kesehatan (Berkerudung) saat mengukur lingkar lengan seorang ibu hamil di Kampung Iwaka. (Foto: Kristin Rejang/Seputarpapua)

TIMIKA | Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika bersama PT Freeport Indonesia mulai melaksanakan KRiset Kesahatan Dasar Daerah (Riskesdas) di Kampung Iwaka, Distrik Iwaka, Minggu (27/2/2022).

Iwaka adalah kampung ke-19 dari 30 kampung yang dilakukan Riskesdas.

Sekertaris Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Marsel Mameyao menuturkan, petugas yang diturunkan dalam kegiatan tersebut ada 9 tim. Satu tim terdiri dari 4 tenaga kesehatan. Dalam tim terdapat dokter, analis kesehatan dan perawat.

Tenaga kesehatan melakukan pendataan di setiap rumah dengan wawancara beberapa pertanyaan seputar kesehatan , misalnya makan dan minum yang dikonsumsi sehari-hari dan lainnya.

Selain itu juga melakukan tes kesehatan dasar seperti timbang badan, mengukur lingkar lengan, suhu tubuh, tensi darah, pemeriksaan gigi dan mulut, pengambilan darah untuk deteksi asam urat, kolesteol, gula darah dan malaria.

Untuk hasil tes darah akan diserahkan ke puskesmas terdekat, selanjutnya diambil oleh masyarakat.

“Di Kampung Iwaka adalah kampung yang ke 19. Jadi kami sudah di pesisir dengan perkotaan. Kemarin di Distrik Kuala, memang masih tersisa setelah dari Iwaka nanti kembali lagi ke Kuala Kencana,” jelas Marsel di Iwaka, Minggu (27/2/2022).

Selanjutnya Riskesdas dilakukan di distrik yang terletak di pegunungan yang terdapat lima Puskesmas.

“Dengan ada beberapa kampung di pesisir seperti Amar, Wakia, di Kokonao masih ada satu kampung yaitu kampung Mimika yang belum,” katanya.

Marsel mengungkapkan tujuan dari Riskesdas ini adalah untuk mengukur sejauh mana pelayanan kesehatan atau derajat kesehatan yang sudah diberikan dalam periode paling tidak 2019 sampai akhir tahun 2021 ini.

“Jadi riset ini kita di Kabupaten Mimika saja yang melaksanakan. Memang ada Riskesdas provinsi, pusat tapi yang ini kita bekerjasama dengan Freeport. Jadi Freeport yang mendanai kami,” jelasnya.

Dikatakan, Riskesdas yang sudah dilaksanakan di 19 Kampung ini, akan terus dilakukan sampai mencapai 30 Kampung dan rencananya akan selesai pada pertengahan Maret 2022.

“Setelah mendapatkan hasil dari riset ini akan kami laporkan ke Bupati, Wabup, dan Sekda supaya buat perencanaan untuk lima tahun kedepan, sehingga harapan saya tim Nakes sudah sangat semangat bekerja, semoga masyarakat yang diambil datanya bisa menerima petugas, dan menjawab semua pertanyaan dari petugas dengan baik dan benar sesuai dengab faktanya,” pungkasnya.

 

penulis : Kristin Rejang
editor : Mish

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *