Ditengah Pandemi Covid-19, Penerimaan Pajak di Timika Meningkat

Pelayanan Pajak di KPP Pratama Timika
Pelayanan Pajak di KPP Pratama Timika (Foto: Anya Fatma/SP)

TIMIKA | Meskipun ditengah masa Pandemi Covid-19, penerimaan pajak di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Timika, Kabupaten Mimika, Papua terus mengalami peningkatan. 

Peningkatan ini terus terjadi meski KPP Pratama telah menerapkan pembatasan pelayanan dengan sistem online. 

Berdasarkan rilis yang diterima,  hingga Senin (13/4) KPP Pratama Timika telah mengumpulkan penerimaan pajak sebesar Rp. 799.803.417.408 atau setara dengan 19,87 persen dari target penerimaan sebesar Rp4.025.786.353.000.

Sebelumnya, per tanggal 30 maret 2020, penerimaan mencapai Rp 699.868.107.503 atau setara dengan 17,8 persen. 

“Artinya, walau ditengah situasi saat ini namun wajib pajak semakin sadar dalam melaksanakan kewajibannya dan diharapkan hingga kedepannya tren kenaikan ini terus meningkat,” kata Kepala KPP Pratama Timika, Tirta,  Selasa (14/4).

Tirta menjelaskan, target penerimaan di tahun 2020 ini sebesar Rp. 4.025.786.353.000. 

Ini mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya sebesar Rp. 3,242 triliun dan KPP Pratama bisa melampaui target capai 103,27 persen.

Agar target tahun ini bisa kembali maka diharapkan kepada wajib pajak (WP) agar taat dalam kewajibannya untuk membayar pajak.

“Puji Tuhan, Alhamdulilah ditengah  kondisi yang kurang kondusif ditengah mewabahnya covid-19, berkat kerjasama semua pihak pencapaian KPP Pratama Timika mengalami pertumbuhan positif,” tutur Tirta.

Menurutnya, saat ini masih terlalu dini untuk menjawab apakah bisa mencapai target atau tidak. Hal ini karena baru di triwulan pertama tahun 2020, tetapi pihaknya tentu optimis KPP Pratama akan terus berupaya agar bisa mencapai target.

Namun, KPP Pratama telah menyiapkan rencana dan strategi untuk meningkatkan kepatuhan perpajakan meski perlu diakui bahwa target sangat menantang terlebih dengan situasi yang dialami saat ini.

“Kami tentu tetap optimis tahun ini bisa capai target dan tentu ini jadi kerja keras kami untuk terus meningkatkan kasadaran dari wajib pajak. Karena, kita tidak bisa terus menerus bertahan pada sektor pertambangan saja jadi perlu cari sektor yang lain juga,” ungkapnya.

 

Reporter: Anya Fatma
Editor: Batt

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
INFOGRAFI IGbar
BERITA TERKAITbar
BERITA VIRALbar
BERITA UTAMAbar
BERITA PILIHANbar
BERITA POPULERbar